Jumat , 24 November 2017, 17:53 WIB

Perusahaan Cina Biaya Pembangunan Tol Cisumdawu

Red: Teguh Firmansyah
Novrian Arbi/Antara
Pekerja menyelesaikan proyek Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), di Rancakalong, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (9/11).
Pekerja menyelesaikan proyek Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), di Rancakalong, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (9/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembangunan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) seksi 1 melibatkan perusahaan asal Cina yang memberikan pinjaman fase ketiga senilai Rp 2,2 triliun sekaligus sebagai salah satu kontraktor dari pembangunan infrastruktur tersebut.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadi di Jakarta, Jumat, memaparkan, pinjaman itu akan digunakan sebagai pembiayaan pembangunan tol Cisumdawu seksi I.

"Ini bagian dari dukungan pemerintah yang pendanaannya dibagi menjadi tiga fase pinjaman dari Cina," katanya dalam acara penandatanganan pinjaman kerja sama oleh China Road and Bridge Coorporation dan perwakilan PT Adhi Karya Tbk yang disaksikan perwakilan pemerintahan kedua negara di Kementerian PUPR.

Dia memaparkan, pinjaman fase pinjaman pertama dan kedua adalah untuk mengerjakan seksi 2. Sementara fase pinjaman ketiga adalah untuk seksi 1.

Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR mengutarakan harapannya agar dengan pinjaman tersebut, maka proyek pembangunan jalan tol Cisumdawu juga dapat berjalan dengan lebih cepat.

Terkait dengan pembebasan lahan, ia mengemukakan bahwa proses itu telah mencapai sekitar 60 persen, karena hal tersebut juga merupakan salah satu syarat guna mendapatkan pinjaman dari pihak asing tersebut.

Pengerjaan seksi 1 tol Cisumdawu akan dilakukan oleh PT Adhi Karya dan China Road and Bridge Corporation, dengan porsi Adhi Karya sebanyak 40 persen.

Secara keseluruhan, pembangunan tol Cisumdawu memiliki panjang total 60,27 kilometer yang terdiri atas enam seksi.
Dari keenam seksi tersebut, seksi 1 adalah Cileunyi-Rancakalong dan seksi 2 adalah Rancakalong-Sumedang.

Diperkirakan bila pembebasan lahan berjalan dengan lancar dan penetapan lokasi disetujui Pemprov Jabar, maka konstruksi pembangunan seksi 1 tersebut sudah mulai bisa dilaksanakan pada awal 2018.

Arie Setiadi menginginkan pihak kontraktor dalam mengerjakan proyek pembangunan jalan tol tersebut benar-benar memperhatikan faktor cuaca agar kualitas jalan tol itu juga terjaga.

Sumber : Antara

Berita Terkait