Jumat , 24 November 2017, 17:22 WIB

Pesta Kahiyang-Bobby di Medan Buat Usaha Merugi, Mengapa?

Rep: Issha Harruma/ Red: Nur Aini
Republika/Issha Harruma
Kompleks ruko di dekat lokasi acara yang diwajibkan tutup selama acara Bobby-Kahiyang. Pelaku usaha mengaku rugi hingga ratusan juta rupiah.
Kompleks ruko di dekat lokasi acara yang diwajibkan tutup selama acara Bobby-Kahiyang. Pelaku usaha mengaku rugi hingga ratusan juta rupiah.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Sejumlah usaha di sekitar lokasi pesta Bobby Nasution-Kahiyang Ayu di Bukit Hijau Regency, kompleks Taman Setiabudi Indah, Medan, terpaksa tutup. Mereka mengaku diimbau untuk menutup usahanya selama acara sejak 23 hingga 26 November 2017.

Kompleks ruko Orchad Chain Business Center (OCBC) Ringroad di Jl Gagak Hitam merupakan lokasi terdekat dengan kediaman keluarga Bobby. Ruko ini hanya dipisahkan dengan pagar.

Di deretan ruko ini pula, media center peliputan acara Bobby-Kahiyang ditempatkan. Selain itu, ada juga yang dijadikan posko pengamanan. Lahan parkiran pertokoan ini pun dijadikan lokasi parkir untuk tamu VIP.

Menurut surat pemberitahuan dengan kop Orchad Chain Business Center yang beredar, pertokoan yang ada di kompleks OCBC ini diwajibkan untuk menutup usahanya sejak 23 hingga 26 November. Selain kafe dan rumah makan, kantor dan praktik dokter yang ada di kompleks ruko ini juga diwajibkan tutup.

"Bagi bangunan ruko yang telah membuka usaha diwajibkan ditutup usahanya dan membersihkan bagian depan dan belakang bangunan rukonya sejak 23 November dan dibuka kembali pada 27 November, tanpa terkecuali," bunyi salah satu poin dalam surat pemberitahuan tersebut.

Suvervisor Outlet Coffee Box di kompleks OCBC Ringroad, Randy mengaku merugi akibat penutupan itu. Seluruh karyawan pun diliburkan selama tiga hari. "Dampak negatifnya pasti kami mengalami kerugian," kata Randy.

Akibat penutupan bisnis ini, Randy bahkan mengaku rugi hingga Rp 100 juta. Hal ini mengingat penutupan usaha yang dilakukan saat akhir pekan mulai dari Jumat hingga Ahad. Namun, dia mengaku, mereka hanya dianjurkan libur.

"Dari total omzet per harinya, untuk tiga hari itu kategori weekend, total kerugian kami kemungkinan besar hampir Rp 90 juta sampai Rp100 juta," ujar dia.

Hal senada disampaikan karyawan rumah makan Garuda yang ada di kompleks Ruko OCBC, Budi Arno. Budi juga mengaku mereka tidak dipaksa tutup. Hanya saja, kata dia, tidak akan ada lokasi parkir selama acara.

"Sebenarnya tidak ada imbauan untuk tutup, tidak ada kewajiban untuk tutup, boleh beroperasi sampai tanggal 26, tapi dengan ketentuan lokasi parkir tidak ada disediakan untuk tamu kami, lokasi parkir dialihkan ke tempat lain," kata Budi.

 

 

 

Berita Terkait