Jumat , 24 November 2017, 05:34 WIB

Kemenhub Luncurkan Kapal Kontainer Tipe 100 TEUs

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Hazliansyah
Antara/Rosa Panggabean
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ketiga kanan) dan Direktur Utama PT Pelindo II Elvyn G. Masassya (kedua kanan) menaiki kapal CMA CGM Ottelo dalam peresmian kedatangan kapal kontainer itu di Jakarta International Container Terminal (JICT), Jakarta, Minggu (23/4).
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ketiga kanan) dan Direktur Utama PT Pelindo II Elvyn G. Masassya (kedua kanan) menaiki kapal CMA CGM Ottelo dalam peresmian kedatangan kapal kontainer itu di Jakarta International Container Terminal (JICT), Jakarta, Minggu (23/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut meluncurkan satu unit kapal kontainer tipe 100 TEUs di. Peluncuran kapal tersebut dilakukan di Galangan Kapal PT. Mariana Bahagia Palembang, Kamis (23/11).

Inspektur Wilayah IV Direktorat Perhubungan Laut Kemenhub Imam Hambali mengungkapkan, kapal yang diberi nama KM Kemdhaga itu merupakan tindak lanjut penandatanganan kontrak pembangunan kapal kontainer pada 2015.

"Pada saat peluncuran hari ini pembangunan kapal telah mencapai sekitar 77,28 persen," kata Imam, Kamis (23/11).

Dia menjelaskan, hal tersebut dilakukan juga untuk mendukung program pemerintah mewujudkan program tol laut. Saat ini Kemenhub telah memesan 15 unit kapal kontainer yang dibangun di beberapa galangan kapal di Indonesia.

Menurutnya hal itu bisa membangun sarana dan prasarana transportasi laut sebagai wujud mendukung program tol laut. "Hal ini juga bisa meningkatkan kualitas pelayanan transportasi kepada masyarakat," tutur Imam.

Sementara itu, Kasubdit Pengembangan Usaha Angkutan Laut Direktorat Lalu Lintas Angkutan Laut Kemenhub M. Syaiful menyebutkan perlunya keterhubungan antara pulau. Syaiful menilai hal itu sebagai upaya meningkatkan konektivitas dan mempercepat pembangunan daerah di pulau-pulau terpencil yang harus menjadi perhatian khusus pmerintah.

"Karena itulah dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai seperti tersedianya kapal dan fasilitas pelabuhan lainnya yang memadai," ungkap Syaiful.

Syaiful berharap dengan bertambahnya kapal kontainer tersebut bisa berdampak positif. Termasuk dengan membuat keberadaan barang di suatu wilayah menjadi lebih pasti.

Jika program pembangunan kapal kontainer ini berjalan sesuai harapan, dan pada rute-rute tertentu tingkat keterisian kontainer diatas rata-rata, maka secara perlahan subsidi yang diberikan akan dikurangi, sampai kapal yang beroperasi di rute tersebut untung," jelas Syaiful.


Berita Terkait