Selasa , 21 November 2017, 11:00 WIB

BI Perkirakan Inflasi Jelang Tahun Baru Maksimal 0,7 Persen

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Dwi Murdaningsih
Inflasi (ilustrasi)
Inflasi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Bank Indonesia (BI) memperkirakan angka inflasi tak sampai menyentuh di atas 0,7 persen saat memasuki momen natal dan tahun baru.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan BI Iskandar Simorangkir mengatakan BI optimis angka inflasi bisa ditekan dengan kehadiran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Sebab, masing-masing daerah baik di tingkat Provinsi dan Kota/Kabupaten sudah memiliki TPID.

"Saya pikir maksimal inflasi dalam dua bulan terakhir hanya 0,6 sampai 0,7 persen," katanya pada wartawan, kemarin.

Ia menilai dengan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) suatu barang, bisa menjaga harga komoditas yang memicu inflasi. Sehingga harga komoditas utama semisal beras, minyak goreng atau gula bisa ditekan.

"Nantinya untuk kecurangan distribusi diantisipasi oleh Satgas. Jadi tidak ada penimbunan," ujarnya.

Namun ia mengimbau masyarakat supaya tetap mengatur pola konsumsi dan berbelanja. Tujuannya menghindari masyarakat dari panic buying.

"Dianjurkan pola konsumsi tetap dijaga, tetap berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak panik agar harga bisa stabil," ucapnya.

Berita Terkait