Kamis , 16 November 2017, 12:47 WIB

Peningkatan Impor Bahan Baku Sinyal Bagus Buat Pertumbuhan

Rep: Ahmad Fikri Noor/ Red: Nidia Zuraya
Republika/Prayogi
Pertumbuhan ekonomi (ilustrasi)
Pertumbuhan ekonomi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Deputi Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menilai, peningkatan impor bahan baku atau penolong dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurut Iskandar, penurunan surplus neraca perdagangan pada Oktober 2017 dibandingkan September 2017 lebih disebabkan pola musiman.

"Secara keseluruhan tahun dari Januari hingga Oktober 2017 surplus neraca perdagangan kita telah mencapai 11,78 miliar dolar AS. Ini merupakan rekor sejak tahun 2012," kata Iskandar ketika dihubungi //Republika//, Kamis (16/11).

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan pada Oktober 2017 mengalami surplus 895 juta dolar AS. Angka itu lebih rendah dibandingkan surplus pada September 2017 yang sebesar 1,78 miliar dolar AS.

Ekspor Indonesia pada Oktober 2017 mencapai 15,09 miliar dolar AS atau mengalami peningkatan 3,62 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara, jika dibandingkan dengan Oktober 2016, ekspor pada Oktober 2017 meningkat 18,39 persen.

Nilai impor Indonesia pada Oktober 2017 mencapai 14,19 miliar dolar AS atau naik 11,04 persen dibanding bulan sebelumnya. Jika dibandingkan secara tahunan (yoy) mengalami peningkatan sebesar 23,33 persen.

Iskandar menyoroti, walaupun terjadi peningkatan nilai impor, komponen peningkatan terbesar berasal dari impor bahan baku atau penolong sebesar 16,3 persen pada Januari hingga Oktober 2017 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara, impor barang modal pada periode tersebut meningkat 9,54 persen dan impor barang konsumsi meningkat 13,5 persen.

"Angka ini menunjukkan impor digunakan untuk bahan baku yang akan digunakan untuk produksi. Hal ini baik untuk ekonomi kita karena industri kita akan menghasilkan output yang lebih banyak lagi atau dengan kata lain akan mendorong pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Berita Terkait