Rabu , 15 November 2017, 13:49 WIB

Kemkominfo: 4,6 Juta UMKM Indonesia Telah Go Online

Red: Nidia Zuraya
AP Photo/Andy Wong
Bisnis online (ilustrasi)
Bisnis online (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyampaikan berdasarkan data terdapat 4,6 juta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) atau sekitar sembilan persen delapan juta total UMKM telah masuk akses online.

"Kami punya target mengonlinekan delapan juta UMKM hingga tahun 2019, namun sekarang baru 4,6 juta," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/11).

Ia mengemukakan, dengan adanya teknologi digital yang terus tumbuh dan marak, juga memberikan ruang tumbuh kembang bagi UMKM. UMKM, menurut Menteri pada akhirnya dapat memasarkan produknya lebih luas melalui online, sekaligus juga memberikan ruang bagi munculnya para pelaku-pelaku enterpreneur baru.

"Misalnya saat ini, dengan Gojek, sudah bisa melalui dapur langsung dikirim ke pemesan, asal punya brand, tidak perlu lagi misalnya punya rumah makan, asal bisa pandai masak," katanya.

Deputi Produksi dan Pemasaran Kemenetrian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta mengatakan, pihaknya sejak lama telah mendorong UKM untuk terlibat dalam ekonomi digital. Kementerian Koperasi dan UKM terus melakukan pendampingan terhadap para UKM untuk dapat go online.

Ia mengatakan, saat ini UMKM yang memiliki kapasitas yang memadai terus didorong Kementerian untuk online. Diantaranya dengan meningkatkan kemampuan dan kapasitas sehingga produk yang dijajakannya memiliki standar kualitas.

"Seperti misalnya tentang hak cipta, jangan sampai kita sudah promosikan ternyata dimiliki orang lain," katanya.

Ia mengatakan, UKM go online yang terdata Kementerian Koperasi dan UKM mencapai 3,79 juta.

Direktur Pemberdayaan Industri Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Septriana Tangkary mengatakan 4,6 juta UMKM yang telah go online tersebut berasal dari data kementerian/lembaga dan tujuh marketplace besar yaitu Tokopedia, Bukalapak, Blibli.com, Lazada, Shopee, Blanja.com dan MatahariMall.com

Sumber : Antara