Jumat , 10 November 2017, 18:07 WIB

Menhub: Ada Indikasi Monopoli Pelaksanaan Tol Laut

Red: Nur Aini
Antara/Didik Suhartono
Kapal Tol Laut Mutiara Persada III sandar di dermaga Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, Jumat (8/5).
Kapal Tol Laut Mutiara Persada III sandar di dermaga Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, Jumat (8/5).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan ada indikasi terjadi monopoli dalam pelaksanaan tol laut sehingga perlu ada perbaikan dalam sistem pendaftaran.

"Ada indikasi monopoli oleh karena itu akan kita gunakan sistem informasi teknologi atau IT untuk pendaftaran pengguna tol laut, sehingga nanti tidak lagi gunakan pendaftaran langsung," kata Menhub Budi Karya kepada pers di Surabaya, Jumat (10/11).

Hal tersebut disampaikan usai penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Perhubungan dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Hadir dalam acara itu Ketua KPK Agus Rahardjo dan Rektor ITS Joni Hermana.

Menhub mengatakan, tol laut harus berjalan sukses mengingat manfaatnya besar dalam upaya mengurangi selisih atau disparitas harga komoditas bahan pokok antara Indonesia barat dengan timur hingga turun 20 persen. "Memang ada monopoli di beberapa kota tapi tidak semua ada monopoli, buktinya ada yang bisa turun harga barang hingga 20 persen," katanya.

Menhub Budi tidak mengatakan secara rinci rute, tujuan mana serta komoditas apa yang terjadi monopoli. Namun dia berjanji akan segera memperbaiki. Budi mengakui, dalam perkembangan tol laut yang diluncurkan 4 November 2015 memang masih ada kekurangan, seperti saat kapal mengangkut barang dari barat ke timur namun kosong dari timur ke barat sehingga sehingga merugikan pemangku kepentingan.

"Kita akui memang ada yang belum maksimal sehingga kita terus memikirkan bersama ITS untuk mencari solusi agar program ini bisa berjalan maksimal," katanya.

Surabaya, kata Menhub, adalah kota yang penting dan strategis dalam pelaksanaan tol laut mengingat dari total 13 rute yang ada saat ini, sebanyak 11 rute melalui Surabaya. "Oleh sebab itu, kita memilih ITS untuk bekerja sama dalam mengembangkan tol laut," katanya.

Sebanyak 13 rute tol laut yang menyinggahi sebanyak 41 pelabuhan di Indonesia adala:

Rute T1, yaitu Tanjung Perak-Wanci-Namlea-Wanci-Tanjung Perak.

Rute T2, yaitu Tanjung Perak-Kalabahi-Moa-Saumlaki-Moa-Kalabahi-Tanjung Perak.

Rute T3, yaitu Tanjung Perak-Calabai (Dompu)-Maumere-Larantuka-Lewoleba-Rote-Sabu-Waingapu-Sabu-Rote-Lewoleba-Larantuka-Maumere-Calabai (Dompu)-Tanjung Perak.

Rute T4, yaitu Tanjung Perak-Bau Bau-Manokwari-Bau Bau-Tanjung Perak.

Rute T5, yaitu Makassar-Tahuna-Lirung-Tahuna-Makassar.

Rute T6, yaitu Tanjung Priok-Natuna-Tanjung Priok.

Rute T7, yaitu Tanjung Priok-Enggano-Mentawai-Enggano-Tanjung Priok.

Rute T8, yaitu Tanjung Perak-Belang Belang-207-Sangatta-P Sebatik-Tanjung Perak.

Rute T9, yaitu Tanjung Perak-Kisar (Wonreli)-Namrole-Kisar (Wonreli)-Tanjung Perak.

Rute T10, yaitu Makassar-Tidore-Tobelo-Morotai-Maba-Pulau Gebe-Maba-Morotai-Tobelo-Tidore-Makassar.

Rute T11, yaitu Tanjung Perak-Dobo-Merauke-Dobo-Tanjung Perak.

Rute T12, yaitu Makassar-Wasior-Nabire-Serui-Biak-Serui-Nabire-Wasior-Makassar.

Rute T13, yaitu Tanjung Perak-Fakfak-Kaimana-Timika-Kaimana-Fakfak-Tanjung Perak.

Rektor ITS Joni Hermana mengatakan universitasnya selama ini sudah sangat maju dalam sektor kemaritiman sehingga sangat siap membantu pemerintah memajukan tol laut. "Kita sudah mampu dan maju menciptakan perlengkapan maritim dan akan mendukung Kemenhub mensukseskan tol laut," katanya.

Sumber : Antara