Selasa , 07 November 2017, 11:16 WIB

Tembus 6.000, BEI Sebut IHSG Gampang ke Level 7.000

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nur Aini
Republika/Yasin Habibi
Layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Selasa (3/10).
Layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Selasa (3/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Direktur Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) Alpino Kianjaya menyatakan kinerja pasar modal tahun ini terus membaik. Pasalnya per 1 November, kapitalisasi pasar naik 16,16 persen (year to date) menjadi Rp 6.683,68 triliun.

"Dengan indeks saham yang sudah mencapai 6.000 maka bisa gampang ke 7.000 atau 8.000. Tentunya kalau ditunjang dengan issued (penerbitan saham) emiten," ujarnya di Jakarta, Selasa (7/11).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai pergerakan positif pada awal perdagangan hari ini, Selasa (7/11). IHSG dibuka menguat 0,08 persen atau 4,92 poin di 6.055,75.

Penguatan terus terjadi, hingga pukul 10.07 WIB, naik 0,14 persen ke 6.059,08. Lalu pada pukul 10.30 WIB, indeks saham menguat 0,20 persen atau 12,4 poin ke level 6.063,23.

Ia menyebutkan, tahun ini saham-saham sektor keuangan memiliki kapitalisasi pasar paling besar. Dengan begitu berkontribusi paling banyak dalam memengaruhi IHSG.

BEI mencatat, harga saham Bank Central Asia (BBCA) naik 35,6 persen tahun ini. Sedangkan, harga saham Bank Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik 37 persen dan Bank Mandiri (BMRI) meningkat 25,3 persen.

Berita Terkait