Senin , 06 November 2017, 18:28 WIB

Pemerintah tak akan Kasih Insentif ke Pengusaha Ritel

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Nidia Zuraya
Republika/Putra M. Akbar
Sejumlah pengunjung antre untuk berbelanja di Lotus Department Store di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (26/10).
Sejumlah pengunjung antre untuk berbelanja di Lotus Department Store di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (26/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meyakini industri ritel masih bergairah kendati dalam beberapa bulan terakhir sejumlah gerai ritel modern bertumbangan. Hal itu, kata dia, paling tidak terlihat dalam laporan keuangan perusahaan-perusahaan ritel yang menunjukkan peningkatan penjualan.

Karenanya, Enggar menyatakan pemerintah tak akan memberikan insentif. "Ngapain lagi kita kasih insentif, orang dagangannya laku," kata dia, di kantornya, Senin (6/11).

Menurut Enggar, saat ini tengah terjadi perubahan pola konsumsi di masyarakat. Banyak konsumen yang beralih ke platform niaga online. Jika belanja di toko offline, konsumen lebih memilih datang langsung ke toko khusus yang menjual satu merek tertentu, bukan lagi ke departement store.

"Debenhams tutup, Sogo tutup, tapi Mitra Adi Perkasa (MAP) penjualannya naik, labanya naik," ujar Mendag.

Menurutnya, perubahan pola konsumsi dan gaya belanja tersebut merupakan sesuatu yang alamiah karena pasar konsumsi saat ini didominasi oleh generasi muda. Oleh sebab itu, ia meyakini tutupnya sejumlah gerai ritel tidak berkaitan dengan pelemahan daya beli.