Selasa , 31 Oktober 2017, 17:34 WIB

Rusia akan Investasi Industri Perawatan Sukhoi

Rep: Ahmad Fikri Noor/ Red: Satya Festyiani
Republika/Agung Supriyanto
Kepala Badan Koordinat Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong memberikan sambutannya saat meresmikan layanan investasi tiga jam sektor ESDM di Gedung BKPM, Jakarta, Senin (30/1).
Kepala Badan Koordinat Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong memberikan sambutannya saat meresmikan layanan investasi tiga jam sektor ESDM di Gedung BKPM, Jakarta, Senin (30/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengaku, investasi dari Rusia akan hadir di Indonesia berupa pembangunan industri suku cadang dan industri perawatan dan perbaikan (MRO) pesawat tempur Sukhoi. Hal itu merupakan bagian dari kewajiban offset minimal 85 persen dari setiap pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista).

"Jadi, akan ada nilai investasi yang cukup besar dari Rusia ke Indonesia untuk membangun industri suku cadang dan industri perawatan dan perbaikan untuk Sukhoi. Ini contoh terobosan baru di sektor seperti industri pertahanan yang selama ini kurang berjalan dengan baik," ujar Thomas di Jakarta, Senin (30/10).

Thomas mengaku, pemerintah akan segera memfinalisasi pengadaan pesawat tempur Sukhoi Su-35 sebanyak 11 unit. Ia mengatakan, produsen Sukhoi, Rostec dan agen perantara ekspor produk militer Rusia, Rosoboron telah setuju untuk melakukan investasi. Ia menjelaskan, undang-undang (UU) Pertahanan dan UU Industri Pertahanan mewajibkan offset pada alutsista sebesar 85 persen dari pengadaan.

"Dari 85 persen itu, 50 persennya akan dipenuhi melalui imbal beli (barter) sementara 35 persennya akan dipenuhi melalui kontrak investasi," ujar Thomas.

Thomas mengatakan, nilai pengadaan 11 pesawat tempur Sukhoi Su-35 adalah sebesar 1.145 miliar dolar AS.