Ahad , 29 Oktober 2017, 11:11 WIB

Kemenhub Tambah Kapal Kontainer Besar untuk Tol Laut

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nur Aini
Republika/Aditya Pradana Putra
Kapal pengangkut kontainer, ilustrasi
Kapal pengangkut kontainer, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan meluncurkan satu unit kapal kontainer tipe 100 TEUs di Galangan Kapal PT Industri Kapal Indonesia (IKI), Makassar, Ahad (29/10). Kapal kontainer dengan kecepatan 12.00 Knot itu dinamakan KM Kendhaga Nusantara 11.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Bay M Hasani mengatakan kapal tersebut merupakan kelanjutan dari penandatanganan kontrak pembangunan kapal kontainer pada 2015. "Saat peluncuran ini pembangunan kapal telah mencapai sekitar 70 persen," kata Bay dalam pernyataan tertulis, Ahad (20/10).

Kapal tersebut dibangun dengan menggunakan biaya Anggaran Pengeluaran dan Belanja Negara (APBN). Anggaran untuk membangun kapal terdebut kurang lebih mencapai Rp. 113,34 miliar.

Untuk itu, Bay memastikan kapal tersebut dan kapal lain yang dipesan untuk mendukung dalam mewujudkan program tol laut. "Kemenhub telah memesan 15 unit kapal kontainer yang dibangun di beberapa galangan kapal di Indonesia. Dua unit diantaranya dibangun di Galangan Kapal PT. IKI Makassar," kata Bay.

Peluncuran kapal kontainer di Galangan Kapal PT. IKI Makassar tersebut merupakan yang ke dua kalinya. Sebelumnya pada Agustus 2017 lalu juga telah diluncurkan kapal dengan tipe yang sama.

Menurut Bay, terhubungnya antarpulau diperlukan untuk meningkatkan konektivitas dan mempercepat pembangunan daerah di pulau-pulau terpencil. Karena itu lah, kata Bay, dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai seperti tersedianya kapal dan fasilitas pelabuhan lainnya.

Bay berharap dengan bertambahnya kapal kontainer tersebut, bisa membuat keberadaan barang di suatu wilayah menjadi lebih pasti. "Kepastian kedatangan kapal dengan barang tentunya akan menjamin stabilitas harga barang di wilayah tersebut sehingga mengurangi kesenjangan atau disparitas harga yang selama ini masih terjadi khususnya di wilayah Timur Indonesia," ungkap Bay.

Jika program pembangunan kapal kontainer ini berjalan sesuai harapan, dan pada rute-rute tertentu tingkat keterisian kontainer di atas rata-rata, maka secara perlahan subsidi yang diberikan akan dikurangi, sampai kapal yang beroperasi di rute tersebut untung," kata Bay.

Kemenhub juga akan membangun kapal dan pelabuhan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan program tol laut. Dengan begitu akan meningkatkan pertumbuhan perekonomian di suatu wilayah sehingga menjadi lebih berkembang dan mandiri.