Selasa , 24 October 2017, 01:27 WIB

Peternak dan Penjual Keluhkan Anjloknya Harga Jual Unggas

Rep: Andrian Saputra/ Red: Budi Raharjo
Risky Andrianto/Republika
Pekerja memberikan pakan ternak di salah satu industri ternak ayam potong. (ilustrasi)
Pekerja memberikan pakan ternak di salah satu industri ternak ayam potong. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,SOLO -- Peternak dan penjual unggas di Jawa Tengah mengeluhkan rendahnya harga jual unggas dipasaran. Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia Jawa Tengah, Perjuni mengatakan saat ini harga jual ungas di sejumlah wilayah di Jawa Tegah berkisar antara Rp 16.000 sampai Rp 16.500 per kilogram.

Harga tersebut masih rendah dibandingkan harga jual ungas di luar pulau Jawa mencapai Rp 17.500 per kilogram. Bahkan, kata dia, di Pantai Utara Jawa, harga ungas anjlok drastis dijual pada kisaran harga Rp 12.500 hingga Rp 13.000 per kilogram. Padahal, menurutnya, Kementerian Perdagangan telah mematok harga jual unggas yakni Rp 18.000 per kilogram.

Kondisi tersebut, jelas Perjuni, membuat banyak peternak dan penjual unggas di Jawa Tengah mengalami kerugian besar. "Kalau harganya sudah segitu, kami mau angkatnya lagi susah. Banyak peternak unggas gulung tikar," ujar Perjuni pada Senin (23/10).

Lebih lanjut Perjuni mengatakan, anjloknya harga jual unggas di pasaran telah terjadi sejak lima tahun terakhir. Menurutnya, hal tersebut disebabkan karena adanya sejumlah pengusaha besar yang menjual unggas di pasaran di bawah standar yang ditetapkan pemerintah. Dia mengatakan harga jual unggas di pasaran sempat stabil pada awal tahun, namun setelah Agustus harga jual unggas kembali turun drastis.

"Mengapa ini terjadi? Karena perngusaha-pengusaha unggas yang besar itu menguasai dan tidak mengindahkan aturan pemerintah," tuturnya.

Dia berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat agar para peternak dan penjual unggas di pasaran tak banyak yang mengalami kerugian. Hingga saat ini, kata dia, dari seribu peternak dan penjual unggas di pasaran, sekitar 40 persennya telah mengalami kebangkrutan. Untuk itu, dia pun mengajak Kepala Daerah di Jawa Tengah untuk mendukung harga jual unggas di pasaran kembali stabil.