Jumat , 20 October 2017, 00:12 WIB

Pemuda Desa Harapan Pertanian di Masa Depan

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Dwi Murdaningsih
Republika/Debbie sutrisno
Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan sambutan pada Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-37 di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (19/10).
Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan sambutan pada Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-37 di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (19/10).

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyebut masa depan pertanian berada di tangan anak-anak muda yang mayoritas berada di kawasan pedesaan. Generasi muda ini harus didoktrin bahwa sektor pertanian merupakan tempa mencari pendapatan yang tak kalah dengan pekerjaan di perkotaan.

"Dia (anak muda) adalah haraa bangsa. Melanjutkan perjuangan kita, mimpi kita. Mereka akan membangun gerakan perekonomian di desa nantinya," kata Amran ketika memberikan arahan di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Kalimantan Barat, Kamis (19/10).

Amran menjelaskan siswa-siswi taruna yang berada di IPDN nantinya akan menjadi calon-calon lurah atau camat yang bisa menggerakan desanya masing-masing. Dengan penanaman jati diri bahwa pedesaan memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui sektor pertanian, maka sektor ini bisa membuat Indonesia menjadi negara besar dalam hal produk pertanian.

Menurut Amran, setiap anak muda yang ada di pedesaan wajib memiliki ilmu tinggi. Ilmu ini bisa dijadikan mereka untuk membangun desa melalui kelebihan masing-masing daerah.

Para pemuda juga diharapkan mampu membangun daya tarik bagi sebagian besar masyarakat agar tidak melakukan migrasi ke kota dan meninggalkan ladang mereka. Perbaikan hilirisasi sektor pertanian di pedesaan akan menjadi kunci penting dalam menjaga sektor pertanian tetap hidup.

"Misal membangun proses produksi barang pertanian tidak lagi di kota, tapi buat dulu di desa baru jual ke kota dengan harga yang lebih tinggi," ujarnya.

Cara ini juga bisa menghidupkan industri di desa sehingga meminimalisasi jumlah penganguran dengan terciptanya lapangan kerja di desa-desa. Dengan lapangan kerja yang tersedia, maka masyarakat desa akan mengurungkan niat untuk bermigrasi ke kota.