Jumat , 13 October 2017, 19:23 WIB

Tim Sergap Bulog Pati Percepat Serapan Gabah

Red: Yusuf Assidiq
Prayogi/Republika
Beras
Beras

REPUBLIKA.CO.ID, PATI -- Bulog Subdivre II Pati, Jawa Tengah, berupaya mempercepat penyerapan gabah dan beras secara harian sampai akhir Desember 2017. Dari target di 2017 sebanyak 102 ribu ton beras, tercatat hingga 11 Oktober 2017 sudah masuk sebanyak 71.581 ton (70,18 persen).

"Sisanya sebanyak 30.418 ton. Jadi kita optimistis bisa terpenuhi hingga akhir tahun ini," kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan), Momon Rusmono.

Hal itu ia sampaikan usai memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Serapan Gabah dan Beras (Sergap) se eks Keresidenan Pati, di Pati,  Kamis (12/10). Pada kesempatan itu sekaligus dilakukan penandatanganan kesepakatan serapan gabah dan beras oleh kepala gudang Bulog se wilayah kerja Subdivre II Pati.

Komitmen kesanggupan ini didukung penuh oleh mitra Bulog dan stakeholder terkait. Para stakeholder tersebut juga ikut menandatangani kesepakatan. Adapun masing-masing kepala gudang menyanggupi antara lain kepala GBB Margorejo-Pati sebanyak 60 ton beras per hari.

Selanjutnya, kepala GBB Tempel Lemahabang-Blora 125 ton per hari, kepala GBB Kaliwungu-Kudus 50 ton per hari, kepala GBB Sukokulon-Pati 75 ton per hari, kepala GBB Bumirejo-Pati 60 ton per hari, kepala GBB Kedungrejo-Rembang 75 ton per hari, dan kepala GBB Rengging-Jepara 60 ton per hari.

Sehingga totalnya 505 ton per hari. Lebih lanjut Momon mengatakan bahwa penandatanganan kesepakatan ini merupakan komitmen bersama untuk percepatan penyerapan gabah dan beras (Sergap) di wilayah eks Keresidenan Pati.

Ia pun optimistis target penyerapan beras oleh Bulog Subdivre II Pati dapat tercapai.  Namun, ia mengharapkan kepada Tim Sergap di wilayah setempat agar bisa melebihi target.

"Karena potensi luas panen di eks Karesidenan Pati  masih cukup luas, sehingga kelebihan target tersebut bisa menutupi kekurangan serapan di Subdivre lain," ujar dia, dalam siaran pers.

Dilaporkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora, Reni Miharti,  luas panen padi di wilayah itu pada Oktober sekitar 2.900 hektare, Nopember seluas 2.500 ha, dan Desember seluas 5.000 ha.

Berita Terkait