Jumat , 13 October 2017, 18:14 WIB

Indonesia Segera Ekspor 100 Perawat ke Taiwan

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Nidia Zuraya
.
Perawat
Perawat

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) akan segera mengirim 100 tenaga perawat ke Taiwan mulai awal tahun 2018. Kesepakatan kerja sama untuk pengiriman tenaga perawat tersebut telah ditandatangani oleh BNP2TKI dengan perusahaan swasta asal Taiwan dalam gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 di Serpong, Tangerang, pada Kamis (12/10) lalu.

Kepala Sub Direktorat Monitoring dan Evaluasi BNP2TKI Ricky Adriansjah menjelaskan, penempatan perawat ini akan menjadi yang pertama kali karena sebelumnya Indonesia hanya mengirim perawat orang jompo untuk bekerja di rumah tangga-rumah tangga di Taiwan.

"Untuk perawat diminta minimal berpendidikan S1. Sebelumnya, perawat jompo itu pendidikan akhirnya SMA atau SMP," kata Ricky, saat ditemui di stand pameran BNP2TKI di TEI 2017, Jumat (13/10).

Lebih lanjut, ia mengatakan, BNP2TKI selanjutnya akan memfasilitasi pelatihan bahasa mandarin selama tiga bulan bagi calon perawat yang akan bekerja di Taiwan. Sebab, mereka diwajibkan sudah memiliki keterampilan bahasa sebelum diberangkatkan ke negara tujuan. Setelah tiba di Taiwan, pekerja migran asal Indonesia biasanya akan mendapat kontrak kerja untuk tiga tahun.

Selama periode Januari-September 2017, BNP2TKI telah memberangkatkan sekitar 215.000 tenaga kerja Indonesia ke luar negeri. Ricky menyebut, sekitar 50 persen dari jumlah tersebut bekerja di pabrik-pabrik, 38 persen bekerja sebagai asisten rumah tangga dan sisanya bekerja di sektor perkebunan, perhotelan dan pariwisata serta kesehatan. "Target kita mengurangi pekerja di sektor domestik. Kita dorong mereka bekerja di perusahaan."

Sepanjang 2016 lalu, Indonesia telah mengirim pekerja migran sebanyak 240 ribu orang. Ricky memperkirakan, sampai akhir tahun 2017 mendatang, ada sekitar 275 ribu pekerja yang sudah ditempatkan di berbagai sektor pekerjaan di luar negeri.