Kamis , 12 October 2017, 22:28 WIB

Stok Ikan Naik 100 Persen Pasca Peneggelaman Kapal Asing

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Andi Nur Aminah
Republika/Prayogi
bendera kapal asing
bendera kapal asing

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON  --  Stok ikan di perairan Indonesia saat ini meningkat hingga 100 persen. Hal itu menyusul adanya kebijakan penenggelaman kapal asing pencuri ikan di perairan Indonesia.

Dirjen Perikanan Tangkap Kementrian Kelautan dan Perikanan, Sjarief Widjaja menyebutkan, pada 2013, stok ikan diperairan Indonesia hanya sekitar 6,5 juta ton. Namun saat ini, stok ikan di perairan Indonesia sudah lebih dari 12,5 juta ton.
 
Setidaknya sudah 327 kapal asing yang ditenggelamkan, kata Sjarief, saat kunjungan kerja ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan Kota Cirebon, Kamis (12/10).
 
Menurut Sjarief, menipisnya stokikan di perairan Indonesia selama ini akibat pencurian ikan oleh kapal asing terjadisecara sangat massif. Dari hasil pantauan satelit dan laporan yang masuk,pencurian dilakukan oleh setidaknya 10 ribu kapal asing, dengan ukuran kapal200-300 GT.
 
Kapal sebesar itu biasanya memilikipanjang jaring hingga 150 km. Sekali tarik jaring, hasil tangkapan ikannyabisa sampai 100 ton. "Saat ini juga sudah diterbitkan peraturan presiden yang membuat usaha perikanan tangkap tertutup untuk asing," tuturSjarief.  
 
Sementara itu, dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis sejumlah bantuan kepada nelayan.Di antaranya, 408 unit jaring ramah lingkungan untuk nelayan pantura Cirebon,penyerahan kartu nelayan, premi asuransi, bantuan modal dan benih ikan bandengdan lele mutiara.
 
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar (Demiz),  mengapresiasi semua upaya yangdilakukan pemerintah bagi nelayan. Khusus mengenai kartu nelayan, dia mendorongHimpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) untuk aktif membantu nelayan dalam  mendapatkan kartu nelayan.
 
"Kalau tidak memiliki kartu nelayan,maka akan sulit mengakses bantuan termasuk bantuan premi asuransi nelayan,"tutur Demiz.
 
Demiz menyebutkan, dari sekitar 100ribu nelayan di Jabar, baru sekitar 57 persen yang memiliki kartu nelayan. Dia meminta,seluruh nelayan di Jabar segera mungkin memiliki kartu nelayan.
 
Sedangkan mengenai jaring ramah lingkungan, Demiz menyebutkan tahun ini target penyalurannya untuk nelayan pantura mencapai 1.169 unit. Dengan penyerahan kali ini yang mencapai 408 unit jaring, dia berharap sisanya bisa tuntas sampai akhir tahun ini.

Berita Terkait