Kamis , 12 October 2017, 21:32 WIB

Indonesia-Turki Segera Mulai Perundingan Perdagangan Bebas

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Dwi Murdaningsih
IDBTimes
Perdagangan Bebas (Ilustrasi)
Perdagangan Bebas (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG --Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melakukan pertemuan dengan Deputi Perdana Menteri Turki Fikri Isik di Indonesia Convention and Exhibition (ICE) di Tangerang, Kamis (12/10). Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Turki sepakat untuk segera memulai perundingan kerja sama perdagangan bebas Indonesia Turkey - Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA).

Turki secara khusus menawarkan kerja sama di bidang energi terbarukan dan pertahanan. Namun begitu, Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo mengatakan, kedua pihak belum menyepakati sektor apa saja yang akan dikerja samakan.

"Jadi, kerja sama persisnya akan dibahas di forum kementerian yang bersangkutan. Kita baru bicara kerja sama dua pihak, khususnya di perdagangan dan investasi," kata Iman, yang mewakili Mendag selama pertemuan.

Iman menargetkan, negosiasi kerja sama perdagangan bebas dengan Turki dapat dimulai pada Desember mendatang. Sementara untuk realisasi kerja sama paling cepat dapat berlaku pada 2019 karena ada proses ratifikasi yang membutuhkan persetujuan DPR.

Bagi Indonesia, kata Imam, kerja sama perdagangan bebas dengan Turki penting karena ia merupakan hub alias penghubung bagi negara-negara lain di kawasan Asia Tengah, Afrika dan Timur Tengah. Indonesia bisa memanfaatkan posisi Turki yang strategis tersebut untuk meningkatkan perdagangan.

"Jadi kita tidak hanya melihat Indonesia dengan Turki. Tapi juga Indonesia dengan negara-negara lain," kata Iman.