Sabtu , 07 Oktober 2017, 06:15 WIB

Menhub: Proyek MRT dan LRT Selesai 2019

Red: Bilal Ramadhan
Republika/Putra M. Akbar
 Pekerja menggarap proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Fatmawati, Kebayoran Baru, jakarta Selatan, Kamis (28/9).
Pekerja menggarap proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Fatmawati, Kebayoran Baru, jakarta Selatan, Kamis (28/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan proyek pembangunan mass rapid transit (MRT) dan light rail transit (LRT) di Jakarta tidak akan mangkrak.

"Proyek seperti MRT dan LRT yang membutuhkan biaya yang besar dan banyak sekali yang harus dipersiapkan. Oleh karenanya proyek MRT yang rencananya akan selesai tahun 2018 dan LRT ke Bekasi dan Bogor Insya Allah akan selesai tahun 2019 dan saya pastikan tidak akan mangkrak," ujar Budi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (6/10).

Menhub juga menjabarkan instruksi dari Presiden untuk memastikan pembangunan yang dilakukan dapat berfungsi dengan baik. Selain itu, Presiden juga menugaskan untuk memastikan segala proyek berjalan dengan semestinya.

"Presiden selalu mengatakan kepada kami bahwa untuk pembangunan menggunakan prinsip 'money follow program', artinya setiap rupiah yang dibangun itu bukan saja membangun tetapi dipastikan pembangunan itu bisa berfungsi. Oleh karenanya selain tugas saya untuk menjamin konektivitas, ada kewajiban saya yang harus memastikan segala proyek itu memang jadi dibangun," katanya.

Saat ini sedang dilakukan proses pengerjaan MRT jalur selatan-utara fase I (Lebak Bulus-Bundaran HI) sepanjang 16 kilometer. Saat ini secara keseluruhan progresnya telah mencapai 78,01 persen dengan nilai investasi Rp14 triliun yang pada Maret 2019 sudah akan beroperasi.

Adapun progres pembangunan untuk LRT pada awal bulan September tercatat telah mencapai 19,219 persen. Untuk lintas pelayanan Cawang-Cibubur progresnya 36,840 persen, untuk lintas pelayanan Cawang-Dukuh Atas progresnya 5,245 persen, sedangkan untuk lintas pelayanan Cawang-Bekasi Timur telah mencapai 20,594 persen.

Sumber : Antara

Berita Terkait