Rabu , 24 July 2013, 11:46 WIB

Konsumen Indonesia Paling Optimistis Mengenai Kondisi Keuangan

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Nidia Zuraya
IST
Konsumen/ilustrasi
Konsumen/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Konsumen Indonesia paling optimistis terkait kondisi keuangan. Keinginan untuk berbelanja meningkat di 10 dari 14 negara Asia Pasifik dengan Indonesia di posisi terdepan.

Meski sempat terjadi perdebatan mengenai rencana mengurangi subsidi bahan bakar, konsumen online Indonesia tetap menjadi paling optimistis secara global di kuartal II 2013 dengan indeks kepercayaan konsumen tertinggi selama dua kuartal berturut-turut. Hal ini berdasarkan Indeks Kepercayaan Konsumen yang baru saja dirilis perusahaan global penyedia informasi dan pengukuran, Nielsen.

Indonesia dilaporkan memiliki indeks tertinggi sebesar 124 pada kuartal kedua 2013 (naik dua poin dari kuartal sebelumnya), diikuti Filipina yang meningkat tiga poin menjadi 121. India turun dua poin menjadi 118 dari kuartal sebelumnya. Peningkatan kepercayaan konsumen dilaporkan terjadi di kawasan Asia Pasifik dengan rata-rata indeks 105. Bahkan 7 dari 10 negara dengan kepercayaan paling tinggi berasal dari Asiia Pasifik, yakni Indonesia, Filipina, India, Thailand, Cina, Hongkong dan Malaysia.

"Konsumen Indonesia sangat bersemangat mengenai masa depan dan pengeluaran akan tetap kuat seiring dengan meningkatnya kemampuan masyarakat Indonesia serta srmakin mutakhirnya kebutuhan mereka," ujar Managing Director Nielson Indonesia, Catherine Eddy di kantornya, Rabu (24/7).

Dia mengatakan awal tahun ini masyarakat mengalami peningkatan upah minimum signifikan. Tidak diragukan lagi ini mendorong konsumsi dan optimisme. "Kami memperkirakan ini akan terus berlanjut sepanjang tahun namun demikian kebijakan pemerintah mengurangi subsidi bahan bakar berpotensi menurunkan tingkat konsumsi dan kepercayaan," kata dia.

Pada sebagian besar negara di wilayah Asia Tenggara, persepsi konsumen terkait kondisi keuangan pribadi untuk satu tahun mendatang relatif stabil selama empat kuartal terakhir. Konsumen online Indonesia memiliki pandangan lebih optimis perihal kondisi keuangan mereka, dimana 84 persen mengataka bahwa kondisi keuangan pribadi mereka baik atau sangat baik.

Dalam perspektif mengenai pasar kerja lokal, 75 persen online Indonesia mengatakan bahwa kondisi pasar kerja lokal selama 12 bulan ke depan adalah baik atau sangat baik. Serupa dengan persepsi mengenai kondisi pasar keuangan pribadi,Filipina, Thailand dan Malaysia juga masuk dalam daftar Top10 negara paling optimis. Filipina memimpin dengan 77 persen, Thailand dan Malaysia 63 persen.

Catherine mengatakan konsumen online Indonesia mengelola kehidupan keuangan mereka secara berhati-hati. Investasi selalu bagus untuk Indonesia dimana 30 persen konsumen online Indonesia berkata mereka menggunakan dana cadangan untuk berinvestasi dalam saham dan reksadana, dibandingkan dengan rata-rata  konsumen online global yang hanya 19 persen. Sebuah indikasi lebih lanjut bahwa konsumen Asia Tenggara memiliki perencanaan baik untuk masa depan diperlihatkan oleh Malaysia 30 persen serta Singapura dan Malaysia masing-masing 24 persen.

Seperti telah diperkirakan, kekhawatiran konsumen online Indonesia adalah kenaikan harga BBM. Sebanyak 28 persen konsumen mengatakan bahwa peningkatan harga BBM menjadi kekhawatiran terbesar mereka. "Seiring dengan terus bertumbuhnya populasi kelas menengah Indonesia, belanja konsumen mencerminkan krkayaan baru mereka, sementara pada saat sama keamanan finansial tetap menjadi prioritas," ucap Catherine.