Selasa , 28 July 2015, 00:08 WIB

ATM dan Mobile Branch Bank DKI Diserbu Pengunjung Jakbook 2015

Red: Irwan Kelana
Irwan Kelana/Republika
Para pengunjung Jakbook & Edu Fair 2015 menyerbu mobile branch Bank DKI
Para pengunjung Jakbook & Edu Fair 2015 menyerbu mobile branch Bank DKI

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA – Anjungan tunai mandiri (ATM) dan mobile branch Bank DKI diserbu pengunjung Jakarta Book Fair and Education Fair (Jakbook & Edu Fair) 2015 yang digelar di Plaza Parkir Timur Senayan Jakarta mulai Senin (27/7). Pameran yang diadakan oleh Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) DKI Jakarta itu akan berlangsung hingga Senin pekan depan (3/8).

Pameran yang disponsori Bank DKI itu dibuka secara resmi oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki  Tjahaja  Purnama, Senin (27/7) petang. Harian Republika menjadi media partner pameran buku dan pendidikan tersebut.

Sejak pagi hari, ATM dan mobile branch mobil Bank DKI diserbu pengunjung. Hampir setiap saat puluhan pengunjung tampak antre di depan ATM dan mobile branch Bank DKI untuk melakukan transaksi perbankan.

“Bank DKI menyediakan empat ATM dan dua mobile branch di ajang Jakbook & Edu Fair 2015,” kata Corporate Secretary Bank DKI Zulfarshah kepada Republika di Senayan  Jakarta, Senin (27/7) malam.

Zulfarshah mengemukakan, Jakbook & Edu Fair 2015 menjadi ajang sosialisasi bagi Bank DKI membudayakan transaksi nontunai.  “Semua transaksi pembelian di Jakbook & Edu Fair 2015 tidak diperkenankan menggunakan uang cash,” kata Zulfarshah.

Ketua Ikapi DKI Jakarta Afrizal Sinaro  mengatakan sesuai namanya, Jakbook & Edu Fair, maka Jakbook 2015 mengusung konsep pameran, hiburan dan pendidikan. Pameran kali ini  mengangkat tema ‘Pintar Itu Hak Semua Orang”.

Afrizal  mengatakan, salah satu keistimewaan Jakbook 2015 adalah para  pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) berkesempatan untuk membeli buku bacaan  dan perlengkapan sekolah mulai dari seragam sekolah, tas sekolah, sepatu dan kaos kaki, alat gambar, buku tulis dan alat tulis. “Caranya melalui debet rekening Bank DKI,” ujar Afrizal.

Pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) adalah para pelajar SD, Madrasah Ibtidaiyah (MI), SMP, Madrasah Tsanawiyah, SMA, Madrasah Aliyah dan SMK di DKI. “Jumlahnya sekitar 489 ribu orang,” papar Afrizal Sinaro.

Lalu bagaimana dengan masyarakat umum yang tidak memiliki KJP? Menurut Zulfarshah, warga umum yang akan menghadiri Jakbook & Edu Fair 2015 bisa melakukan pembelian dan pengisian ulang (top up) JakCard melalui Debit di EDC.

Berita Terkait