Sabtu , 07 Oktober 2017, 07:08 WIB

Purwakarta Dorong Petani Lakukan Diversifikasi Usaha

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Nur Aini
Antara/Fikri Yusuf
Petani menanam padi di kawasan persawahannya. (ilustrasi)
Petani menanam padi di kawasan persawahannya. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, mendorong supaya petani melakukan diversifikasi usaha. Salah satunya, instansi ini menyediakan 540 hektare lahan untuk ditanami kacang kedelai.

Pada Jumat ini (6/10), lahan tersebut secara serentak ditanami komoditas kedelai. Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Agus Rachlan Suherlan, mengatakan, tanam kedelai ini merupakan program nasional. Tujuannya, untuk mewujudkan swasembada pangan. Mengingat, sampai saat ini Indonesia masih ketergantungan terhadap impor kedelai. "Tujuan lainnya, yaitu untuk membuat diversifikasi usaha petani. Jadi, petani tak melulu mengandalkan usaha dari padi," ujar Agus, kepada Republika.co.id, Jumat (6/10).

Karena itu, pihaknya menggandeng Perhutani untuk menyediakan lahan bagi para petani. Maka di Purwakarta, tersedia lahan seluas 540 hektare. Lahan tersebut, khusus ditanami kedelai. Masing-masing petani, menggarap lahan minimalnya satu hektare. Selain itu, untuk merangsang minat mereka tanam kedelai, pada tahap awal ini segala sesuatunya disediakan. Seperti, benih, pupuk dan pestisidanya sudah disiapkan pemerintah. Khusus untuk benih, menggunakan bibit super dengan kapasitas 50 kilogram per hektare.

Agus menyebutkan, dari 17 kecamatan yang ada, Cibatu dan Kiarapedes menjadi salah satu wilayah yang ditunjuk sebagai area perkebunan kedelai. Dengan begitu, lahan kedelai ini tak mengganggu areal persawahan yang ditanami padi. "Jadi, kedepan petani di kita akan punya dua keuntungan, yaitu, dari penjualan padi dan kedelai," ujarnya.

Apalagi, kedelai yang ditanam saat ini akan diprioritaskan untuk panen tua. Saat ini, harga kedelai di pasaran mencapai Rp 8.500 per kilogram. Dengan begitu, diharapkan nanti ada penambahan hasil usaha untuk para petani ini. "Targetnya, untuk satu hektare lahan bisa menghasilkan 1,5 ton kedelai," ujarnya.

Sementara itu, Aceng Ruslan (53 tahun) petani asal Desa Mekarjaya, Kecamatan Kiarapedes, mengatakan, tanam kedelai merupakan pengalaman pertamanya. Akan tetapi, karena didorong oleh pemerintah, maka petani di desa ini semangat menanam komoditi tersebut."Di desa kami, luasan lahan untuk kedelai mencapai dua hektare," ujarnya.

Berita Terkait