Sabtu , 07 October 2017, 06:07 WIB

Wapres JK Sebut Teknologi Selalu Ubah Kehidupan

Red: Nur Aini
Antara/Ardiansyah
Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) disambut oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan (kanan) dan Rektor Intitut Teknologi Sumatera (ITERA) Prof Ofyar Z Tamin (kiri) saat tiba di Kampus ITERA, Lampung Selatan, Lampung, Jum'at (6/10).
Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) disambut oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan (kanan) dan Rektor Intitut Teknologi Sumatera (ITERA) Prof Ofyar Z Tamin (kiri) saat tiba di Kampus ITERA, Lampung Selatan, Lampung, Jum'at (6/10).

REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG SELATAN -- Wakil Presiden Jusuf Kalla pada orasi ilmiah di Kampus Insititut Teknologi Sumatera mengatakan teknologi selalu membuat perubahan kehidupan.

"Berbeda dengan ilmu sosial yang ilmunya selalu menganalisa apa yang ada kemudian merubah teorinya jika ada perubahan keadaan disekitarnya," kata Jusuf Kalla dalam orasi ilmiah dengan tema Pembangunan Mahasiswa Berkarakter Sebagai Bagian Program Revolusi Mental di Perguruan Tinggi, di Kampus Institut Teknologi Sumatera (Itera), Lampung Selatan, Jumat (6/10).

Di lain pihak, ujarnya, teknologi selalu mengubah dan memperbaiki kehidupan, sehingga perlu bersama-sama antara teknologi sains dan ilmu-ilmu lainnya. Ia menjelaskan, pendidikan itu tujuannya agar kehidupan bangsa itu mempunyai perubahan harkat dan perubahan inovasi yang lebih baik dan juga stabilitas sosial politik. "Harus kita sadari, bahwa tujuan kita berbangsa adalah menunjukkan bangsa ini, tentu banyak suatu hal yang harus kita tegakkan," ujarnya.

Menurutnya, bagian yang paling pokok ditegakkan adalah bagian-bagian ekonomi negeri ini, yang memiliki nilai tambah dalam semua hal, baik yang berhubungan dengan inovasi. "Inovasi selalu berhubungan dengan teknologi. Teknologi selalu berhubungan dengan kita," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo dalam kesempatan itu mengatakan bahwa untuk memajukan dunia pendidikan di Provinsi Lampung, salah satunya dengan menyiapkan lahan untuk pembangunan kampus baik Itera, Universitas Lampung, maupun Universitas Islam Negeri. "Kami telah menyiapkan lahan seluas 100 hektare untuk Unila dan UIN sekitar 50 hektare di sekitar kawasan Itera," ujarnya.

Ia mengharapkan pemerintah pusat untuk menyiapkan anggaran untuk pembangunan kampus mengingat kondisi keuangan Provinsi Lampung tak memungkinkan untuk membantu membangun kampus-kampus tersebut. Menurutnya, APBD Provinsi Lampung saat ini hanya Rp 7 triliun, anggaran sebesar itu habis untuk pembiayaan rutin dan lainnya. Sehingga untuk membantu pembangunan kampus belum memungkinkan.

Ridho menjelaskan pembangunan kampus-kampus tersebut harus dilakukan sebagai pilar utama pendidikan di daerah ini. Di sisi lain, ia menambahkan banyak mahasiswa dari luar provinsi Lampung yang kuliah di sejumlah universitas daerah setempat. "Artinya Lampung menjadi tempat untuk mengeyam pendidikan dari daerah lain," katanya.

Sumber : Antara

Berita Terkait