Jumat , 06 October 2017, 11:56 WIB

Presiden Janji dari Sabang Sampai Merauke Teraliri Listrik

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Winda Destiana Putri
commons wikimedia
Listrik
Listrik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji, pemerintah akan membangunaliran listrik di seluruh wilayah di Indonesia. Menurut Presiden, keluhan masyarakat terkait kurangnya aliran listrik saat ini sudah berkurang.

Tiga tahun lalu, setiap kali Presiden mengunjungi sejumlah daerah seperti Sumatra, Kalimantan, Maluku, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB) selalu menerima keluhan kekurangan listrik. Namun sekarang ini, keluhan tersebut dinilainya sudah mulai berkurang.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meninjau pembangunan Coal Terminal 20 juta ton serta ground breaking Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Independent Power Producer (IPP) Jawa 7, 9,dan 10 dengan total kapasitas 4000 megawatt dan peresmian PLTU IPP Banten 660 megawatt di Provinsi Banten.

"Tadi di petanya juga sudah kelihatan enggak ada yang warnanya merah. Warnanya hijau hanya ada yang sedikit kuning. Kuningnya nanti semuanya akan hilang seluruh provinsi dari Sabang sampai Merauke akan teraliri karena listriknya cukup," kata Jokowi.

Dikutip dari laman Setkab.go.id, Presiden menargetkan pembangunan pembangkit listrik ini akan rampung pada 2019 nanti. Lebih lanjut, ia mengatakan, proyek pembangunan pembangkit listrik ini dapat menyerap tenaga kerja hingga sekitar 10 ribu orang. Karena itu, investasi jangka panjang ini diperlukan.

"Selain misalnya pada tahun ini telah dibuka juga penerimaan untuk CPNS itu sebanyak 43 ribu kemudian untuk BUMN itu 17 ribu. Kalau tambah proyek-proyek yang gede-gede seperti ini 10 ribu, kemudian 10 ribu di Sumatra ada, Kalimantan ada, itu akan mengurangi pengangguran yang banyak," tambah Jokowi.

Dalam kesempatan ini, Presiden juga meminta PLN dan perusahaan mitra agar lebih banyak mempekerjakan karyawan dari sekitar lokasi pabrik.

Berita Terkait