Rabu , 19 Desember 2012, 14:23 WIB

Musim Tanam Padi di Cirebon Mundur

Red: Dyah Ratna Meta Novi
Antara/Feri Purnama
Petani menunjukkan kondisi tanah sawah padi berusia 30 hari yang mengalami gagal tanam akibat musim kemarau.
Petani menunjukkan kondisi tanah sawah padi berusia 30 hari yang mengalami gagal tanam akibat musim kemarau.

REPUBLIKA.CO.ID,CIREBON--Sejumlah daerah di Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu mengalami keterlambatan musim tanam rendeng . Hal itu terjadi karena rendahnya curah hujan.

Berdasarkan pantauan Republika, sejumlah daerah yang mengalami keterlambatan musim tanam di antaranya Kecamatan Gunung Jati, Kapetakan, dan Suranenggala di Kabupaten Cirebon. Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Patrol, Indramayu.

Petani di Cirebon baru melakukan persemaian. Saat ini umur persemaian padi berkisar satu sampai dua minggu. Bahkan, ada yang baru mengolah tanah.


Di Kecamatan Patrol, para petani sudah memasuki masa tanam padi. Namun, umur  padi  baru dua minggu.

Kirno, seorang petani mengatakan, ia tidak bisa menanam segera  karena curah hujan   rendah. "Sawah saya merupakan sawah tadah hujan, jadi sangat tergantung hujan,"katanya, Rabu (19/12).

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Kehutanan Kabupaten Cirebon, Ali Efendi, sebelumnya  mengeluarkan imbauan kepada seluruh petani  Cirebon untuk mempercepat musim tanam rendeng 2012/2013.


Diharapkan, kata Ali,  pada Desember 2012 para petani sudah selesai melaksanakan masa tanam (tutup tanam). Hal itu perlu dilakukan agar padi  terbebas dari ancaman banjir yang biasanya berlangsung pada Januari – Februari.

Dengan percepatan musim tanam, lanjut Ali,  tanaman padi diharapkan sudah memasuki masa panen pada Maret – April 2013. Setelah itu, petani bisa  memulai musim tanam gadu 2013 untuk menghindari kekeringan.

Sumber : Lilis Handayani

Berita Terkait