Rabu , 08 August 2012, 06:16 WIB

Mau Swasembada Kedelai? Tambahkan 2 Juta Ha Lahan

Red: Dewi Mardiani
Petani kedelai
Petani kedelai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pencapaian target swasembada kedelai 2014 sebesar 2,7 juta ton per tahun membutuhkan tambahan lahan seluas dua juta hektare yang dicapai antara lain dengan memanfaatkan lahan terlantar minimal 500 ribu hektare. "Saat ini upaya ini sedang dibahas lintas Kementeriaan dan Badan Pertanahan Nasional," kata Direktur Aneka Kacang-kacangan dan Umbi-umbian Kementerian Pertanian Dr Maman Suherman, di Jakarta, kemarin.

Upaya lainnya, kata dia, adalah dengan memanfaatkan lahan Perhutani yang berpotensi untuk pengembangan kedelai. Pemanfaatan ini dilakukan dengan mengidentifikasi ketersediaan potensi kurang lebih 290 ribu hektare. Pada tahun 2011 telah direalisasikan seluas 11 ribu hektare.

"Tapi ini masih diperlukan regulasi dan langkah operasionalnya dalam pemanfaatan areal perhutani untuk tanaman pangan," katanya. Upaya lainnya dengan menggerakan petani untuk melakukan penanaman kedelai pada lahan sawah yang diberakan (idle) pada saat musim kemarau, serta pemanfaatan lahan kering maupun lahan perkebunan.

Menurut dia, Indonesia sebenarnya berpotensi besar mencapai swasembada kedelai sesuai target, apalagi Indonesia pernah swasembada kedelai pada 1992 dengan produksi kedelai mencapai 1,87 juta ton dengan luas lahan 1,67 juta hektare. "Sayangnya luas lahan kedelai terus menurun sejak itu dan pada 2012 ini bahkan tinggal 566 ribu ha dengan produksi diperkirakan hanya tinggal 779 ribu ton," katanya.

Menurut pemulia kedelai Batan, Harry Is Maulana, berbagai Lembaga Penyelenggara Pemuliaan sebenarnya juga telah berhasil memperoleh beberapa varietas kedelai. Selama kurun waktu 90 tahun telah dihasilkan sebanyak 71 varietas, yakni 35 varietas hasil persilangan, 18 varietas hasil introduksi, 11 varietas lokal, dan tujuh dari hasil mutasi radiasi. Belum lagi Badan litbang Pertanian telah menghasilkan 53 varietas, Unpad dua varietas, Unsoed 2 varietas, Unej dua varietas, UGM satu varietas, dan Batan enam varietas.

Sumber : Antara

Berita Terkait