Senin , 24 Februari 2014, 17:01 WIB

Banjir Rusak 68.377 Hektare Tambak di Empat Provinsi

Rep: Lilis Handayani/ Red: Hazliansyah
ist
Pertambakan Udang / ilustrasi
Pertambakan Udang / ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Banjir yang melanda pantura Jabar, Jateng dan Jatim pada Januari 2014, telah merendam lahan budidaya tambak. Tercatat, banjir merendam 68.377 hektare tambak di empat provinsi.
 
Keempat provinsi itu, yakni Jabar, Jateng, Jatim dan Banten. Dari luas lahan tambak yang terendam banjir, kondisi terparah dialami Jabar, yakni 49.843 hektare dan posisi kedua dialami Jateng yang mencapai 15.143 hektare.
 
"Untuk Jabar, ada lima kabupaten (yang tambaknya terendam banjir), yakni Indramayu, Subang, Cirebon, Karawang dan Bekasi," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C Sutardjo, saat ditemui dalam acara penyerahan bantuan kepada petambak korban banjir di Desa Bendungan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Senin (24/2).
 
Menurut Sharif, kerusakan pada sektor perikanan budidaya kebanyakan terjadi pada rusaknya infrastruktur seperti irigasi dan kontruksi tambak di sentra produksi. Selain itu, gagal panen akibat ikan dan budidaya serta benih peliharaan milik petambak hanyut terbawa banjir .
 
Terpisah, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, AR Hakim, menyebutkan, banjir merendam 19.616 hektare tambak, yang tersebar di 31 kecamatan. Dari luasan tambak yang terendam itu, terparah berada di Kecamatan Pasekan yang mencapai 4.904 hektare, Kecamatan Losarang sebanyak 4.656 hektare, dan Kecamatan Cantigi 3.928 hektare.
 
Adapun budidaya yang dikembangkan para petambak berupa udang vaname dan windu, bandeng, lele dan gurame. Beragam budidaya itu hilang bersamaan dengan banjir besar yang merendam areal tambak.