Jumat , 20 November 2015, 02:40 WIB

Pembuatan Sertifikat Tanah Dijanjikan Dipercepat

Rep: Lintar Satria Zulfikar/ Red: Yudha Manggala P Putra
Antara
Sertifikat Tanah
Sertifikat Tanah

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Menteri Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia (ATR RI) Ferry Mursyidan Baldan berjanji akan mempercepat dalam pembuatan sertifikat tanah yang selama ini masih dianggap lama. Pernyataan ini muncul terkait tema yang diambil dalam Forum Ilimah Tahunan Ikatan Surveyor Indonesia (FIT ISI) 2015 yang menyinggung tentang persoalan Adminitrasi.

Ferry menjelaskan, reformasi birokrasi tersebut bisa akan sukses terealisasi dengan catatan yaitu dibantu dengan beberapa pihak, seperti Ikatan Surveyor Indonesia juga Bandan Informasi Geospasial.

"Dalam reformasi birokrasi, pembuatan sertifikat tanah yang dahulu cukup berlarut-larut, akan dipersingkat bisa selesai dalam 3 hari," tegasnya dalam Kota Batu, Kamis (19/11).

Sebelumnya dalam pengurusan sertifikat tanah awalnya selesai dalam 48 hari kerja, kemudian dipercepat menjadi 10 hari kerja, dan saat ini Menteri berjanji akan dipercepat hanya 3 hari selesai. Karena itu Ferry juga, berpesan kepada Ikatan Surveyor Indonesia untuk membuat aplikasi di android yang dapat memudahkan warga mengurus administrasi pertanahan.

“Karena adminstrasi pertanahan ini bukan sekedar selembar data, tapi databasenya di surveyor. Nah, sekarang zaman android, kalau bisa online bagus,” kata Ferry.

Selain itu, ia berpesan dalam pengembangan kawasan tidak boleh berpikir sempit. Ia mengistilahkan langsung dengan helicopter view karena pemetaan kawasan bisa dilakukan dengan helikopter. Ia mengatakan surveyor jangan terjebak membuat konsep tata ruang dengan cakupan kabupaten/kota, atau provinsi saja. Harus menyambung satu kawasan sehingga bisa saling sinergi.

Bila pembangunan kawasan dan tata ruang ini dipikirkan hanya dalam satu batas geografi tertentu, lanjut Ferry, akan terjadi missconnection antar wilayah. Konsekuensinya, perataan pembangunan akan sulit.

“Surveyor dalam ISI inilah yang membantu pemerintah dalam hal ini, dengan membuat peta tanah. Bukan dengan masuk jauh ke perkebunan, tapi melalui helicopter view tadi,” tambahnya.