Kamis , 19 February 2015, 13:29 WIB

BKPM Bantu 11 Proyek Ketenagalistrikan Mangkir

Rep: c87/ Red: Dwi Murdaningsih
Republika/Raisan Al Farisi
Sejumlah pekerja memperbaiki kabel listrik dengan menggunakan eskavator di Kawasan Pluit, Jakarta Utara, Selasa (20/1). (Republika/Raisan Al Farisi)
Sejumlah pekerja memperbaiki kabel listrik dengan menggunakan eskavator di Kawasan Pluit, Jakarta Utara, Selasa (20/1). (Republika/Raisan Al Farisi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melakukan fasilitasi terhadap 11 proyek ketenagalistrikan yang terhambat realisasinya.  Nilai investasi proyek listrik tersebut tercatat di BKPM senilai Rp 146,59 triliun.

Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan, kesebelas proyek tersebut terdiri dari sepuluh proyek pembangkit dengan kapasitas total 8.768,46 MegaWatt (MW) dan satu proyek transmisi untuk tegangan 500 KiloVolt (Kv).

Berdasarkan data BKPM, sepuluh proyek pembangkit yang mengalami hambatan dalam realisasi investasi tersebut terdiri dari 6 proyek PLTU, 2 proyek PLTA/PLTM, serta masing-masing 1 PLTP dan 1 PLTG. Proyek tersebut tersebar di Sumatera Utara sebanyak 2 proyek, Jambi 1 proyek, Jawa Tengah 2 proyek, Bali 1 proyek, Kepulauan Riau 1 proyek, Bengkulu 1 proyek, Sumatera Selatan 1 proyek, dan Sulawesi Selatan 1 proyek. Sementara proyek transmisi yang difasilitasi berlokasi di Jawa Tengah. 

“Debottlenecking investasi listrik yang terhambat menjadi prioritas BKPM karena investasinya sudah ada. Tinggal bagaimana percepatan realisasi yang saat ini mengalami hambatan,” kata Franky, Kamis (19/2).

Sementara itu, Deputi Perencanaan Penanaman Modal BKPM Tamba Hutapea menjelaskan persoalan yang dihadapi oleh investor sektor ketenagalistrikan antara lain persoalan pertanahan atau ketersediaan lahan, persoalan izin pinjam pakai kawasan hutan, belum masuknya proyek tersebut dalam RUPTL, serta jaminan pasokan gas. Di sisi lain, BKPM juga menjadikan PLTU Batang sebagai proyek percontohan untuk memotret perizinan sektor ketenagalistrikan secara end to end, sehingga dapat menjadi model bagi investasi ketenagalistrikan ke depan. 

“Jumlah proyek ketenagalistrikan yang difasilitasi oleh BKPM ke depan sangat mungkin untuk bertambah. BKPM terbuka terhadap investasi ketenagalistrikan yang terhambat dan meminta fasilitasi dari pemerintah,” jelas Tamba. 

Menurut data Kementerian ESDM, perkembangan proyek pembangkit listrik 35 ribu MW, terdapat 48 proyek dengan kapasitas 7.118 MW berstatus committed, 50 proyek dengan kapasitas 13.279 MW berstatus pengadaan, dan 121 proyek dengan kapasitas 14.543 MW bersatus perencanaan (plan). 

 

 

Berita Terkait