Senin , 04 August 2014, 04:04 WIB

Aliran Listrik Sering Mati, Komitmen PLN Dipertanyakan

Red: Erik Purnama Putra
Antara/Zabur Karuru
Perusahaan Listrik Negara/PLN (ilustrasi)
Perusahaan Listrik Negara/PLN (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, RENGAT -- Sejumlah warga kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau masih tetap menyesalkan sikap PLN Rayon Rengat yang terus mamatikan arus listrik tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada pelanggan hingga merugikan konsumen.

"Saya sesalkan di saat lebaran dan setelah lebaran, kondisi arus listrik belum juga normal, hal ini sangat merugikan pelanggan," kata salah satu warga Pemetang Reba Frastiya di Rengat Barat, Ahad (3/8).

Ia mengatakan, kondisi arus listrik yang sering mati mendadak banyak merugikan pelanggan terutama yang memiliki usaha kecil dan perabotan rumah tangga yang menggunakan arus listrik, selain usaha macet juga barang elektronik rusak, terbakar.

Keadaan kerap matinya lampu di rumah penduduk hingga durasi mencapat tiga atau empat kali dalam satu hari sangat merugikan konsumen, padahal sebelumnya sudah ada komitmen pihak PLN maupun PT WIKA penyedia arus segera memperbaiki mesin yang rusak dan menambah mesin baru untuk mengantisipasi defisit.

"Komitmen itu sepertinya hanya slogan saja, karena itu sebaiknya pihak DPRD dan pemerintah setempat segera memanggil pihak perusahaan BUMN tersebut untuk diminta keterangannya," sebutnya.

Ia mengatakan, jika manajemen PLN dan PT WIKA PLTMG tidak mampu mengatasi situasi ini sebaiknya PLN Pusat segera menggantikan struktur pimpinan rayon Rengat tersebut, karena situasi seperti ini sudah berlangsung lama dan kemungkinan akan segera teratasi sangat sulit.

Berdasarkan pengalaman masa lalu setiap ada pergantian manajemen akan ada perubahan, karena itu masarakat meminta ganti saja pimpinan puncaknya yang lebih peduli dan konsisten.

Selain itu, Ketua Gabungan Lembaga Swadaya Masarakat Indragiri Marwan didampingi Sekretarisnya Asri mengatakan, mestinya semua pihak bersikap tenang, namun memberikan solusi terbaik hingga pihak penyedia arus listrik mengoptimalkan kinerjanya untuk mengatasi persolaan listrik mati di daerah ini.

"Kami mendukung jika ada wacana pemanggilan terhadap PLN dan PLTMG untuk diminta keterangannya terkait seringnya mati lampu yang tak beraturan ini," tegasnya.

Menurut dia, pelanggan sudah banyak yang kecewa terkait arus listrik mati mendadak ini, tetapi masarakat juga perlu diberikan apresiasi tinggi atas kesabarannya, jika pihak penyedia arus tidak juga dapat mengatasi persoalan ini di perkirakan akan terjadi aksi demo ulang oleh sekelompok warga sebagai wujud kekecewaan.

Sumber : Antara