Senin , 10 December 2012, 10:54 WIB

Kinerja PLN Ganggu Setoran Dividen BUMN

Red: Fitria Andayani
Republika/Musiron
Gedung PLN
Gedung PLN

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah mengatakan penurunan laba PT PLN Persero dapat menggangu setoran dividen BUMN tahun buku 2013. Hal ini disebabkan, BUMN kelistrikan ini merupakan salah satu penyumbang dividen terbesar kedua setelah PT Pertamina Persero.

Kabiro Perencanaan dan SDM BUMN Imam Apriyanto Putro mengungkapkan, pihaknya tengah mengusulkan setoran dividen PLN agar diturunkan mengingat perolehan labanya anjlok. Pada periode Januari-September 2012 lalu, PLN mencatat penurunan laba sekitar 90,84 persen menjadi Rp 865,1 miliar, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 9,45 triliun. "Untuk itu, kami mau usulkan ke Kementerian Keuangan agar dividennya disesuaikan karena kinerja PLN lagi drop," tutur Imam. 

Menurutnya, penurunan kinerja tersebut disebabkan kerugian kurs yang diderita PLN. Saat ini, kurs rupiah terhadap dolar AS menembus angka sebelas ribu, selain itu adanya penerapan Standar Pelaporan Keuangan Internasional (International Financial Reporting Standard/IFRS). 

"Oleh sebab itu, tahun ini sepertinya laba PLN hanya Rp 1 triliun. Padahal PLN penyumbang dividen terbesar," terangnya. PLN mengalami kerugian kurs sebesar Rp 9,16 triliun per 30 September 2012. Selain itu, beban keuangan PLN kian membengkak tercatat dari Rp 12,6 triliun per September 2011 menjadi Rp 17,4 triliun.

Berdasarkan data Kementerian BUMN, target dividen BUMN tahun buku 2013 meningkat 8,54 persen menjadi Rp 33,5 triliun dibanding dengan tahun buku 2012, yakni Rp 30,86 triliun. Proyeksi tersebut lebih tinggi 2,63 persen dari rencana target sebelumnya Rp 32,64 triliun. BUMN penyumbang dividen terbesar salah satunya PLN yang diperkirakan sebesar Rp 4,37 triliun.

Sumber : Antara