Jumat , 13 December 2013, 17:21 WIB

Pemerintah Gelar Lelang Perdana Blok 'Shale Gas'

Red: Nidia Zuraya
Fanny Octavianus/Antara
Ladang gas, ilustrasi
Ladang gas, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah melelang perdana blok shale gas atau gas yang berada di antara serpihan batuan shale melalui penawaran langsung.

Siaran pers Ditjen Migas Kementerian ESDM yang diterima di Jakarta, Jumat (13/12), menyebutkan ada blok gas nonkonvensional yang dilelang perdana yakni Kisaran di perbatasan Sumatra Utara dan Riau, serta West Tanjung di Kalimantan Tengah.

"Pengambilan dokumen penawaran mulai Senin (16/12). Sementara, pemasukan dokumen partisipasi paling lambat 30 Januari 2014," sebut siaran pers.

Pemerintah mengundang perusahaan yang memiliki kemampuan keuangan dan teknis berpartisipasi dalam tender. Hingga saat ini, baru satu kontrak kerja sama wilayah kerja shale gas.

Indonesia diperkirakan memiliki tujuh cekungan shale gas dan satu lainnya berbentuk formasi klasafet. Tiga cekungan berada di Sumatra yaitu Baong, Telisa, dan Gumai, serta masing-masing dua di Jawa dan Kalimantan.

Sedang, klasafet diketahui berada di Papua. Potensi shale gas Indonesia diperkirakan mencapai 574 triliun kaki kubik (TCF) atau lebih besar jika dibandingkan gas metana batubara (CBM) yang 453,3 TCF dan gas konvensional yang tersisa 153 TCF.

Letak shale gas tidak sedalam gas konvensional yakni hanya antara 300-400 meter di bawah permukaan. Sementara, gas bumi bisa mencapai 2.000 meter di bawah permukaan.

Amerika Serikat diketahui telah memanfaatkan shale gas secara massal. Sementara, Indonesia kini masih berfokus pada produksi gas konvensional.


Sumber : Antara