Senin , 24 Juni 2013, 15:06 WIB

Bahan Baja Mentah Impor Lebih Murah dari Lokal

Rep: Friska Yolandha/ Red: Nidia Zuraya
ANTARA
Industri Baja (ilustrasi)
Industri Baja (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Produsen baja nasional, PT Saranasentral Bajatama Tbk (BAJA), mengakui pasokan bahan baku tidak hanya diperoleh dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri. Menurut Direktur Utama Bajatama Handaja Susanto harga impor bahan mentah tersebut jauh lebih murah dibandingkan harga lokal.

"Selisihnya sekitar lima persen," kata Handaja usai paparan publik di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/6). Bagi perusahaan baja, selisih lima persen dinilai cukup signifikan.

Saat ini emiten berkode BAJA ini masih membeli bahan mentah dari salah satu perusahaan pelat merah, PT Krakatau Steel Tbk. Selain itu perseroan mengimpor dari tiga negara tetangga, yaitu Taiwan, Korea, dan Malaysia. Porsinya, kata Handaja, adalah sekitar 50 persen dari Krakatau Steel.

Mengingat akan adanya kenaikan harga bahan mentah, perseroan mengantisipasinya dengan melakukan efisiensi biaya produksi. Perseroan juga akan meningkatkan efektivitas produksi untuk menekan kenaikan harga bahan mentah.

Sepanjang 2012 perseroan telah melakukan efisiensi biaya produksi. Hal tersebut menghasilkan peningkatan laba kotor menjadi Rp 70,5 miliar di akhir 2012 atau naik 75 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peningkatan laba kotor ini juga meningkatkan rasio laba kotor terhadap penjualan bersih dari 4,5 persen menjadi 6,6 persen.

Hingga akhir 2012 BAJA telah membukukan penjualan bersih senilai Rp 1,07 triliun atau naik 19 persen dari tahun sebelumnya. Laba sebelum pajak tercatat tumbug delapan persen menjadi Rp 23,86 miliar. Sedangkan laba komprehensif tahun bercalan tercatat Rp 18,8 miliar atau tumbuh 14 persen.


Berita Terkait