Rabu , 30 Juni 2010, 02:22 WIB

Polisi Sudan Menindak Ajang Fesyen Tampilkan Pria dan Wanita Bersamaan

Red: Ririn Sjafriani
sudaneseonline
Ajang fesyen yang berakhir dengan penangkapan para partisipan di Khartoum, Sudan.
Ajang fesyen yang berakhir dengan penangkapan para partisipan di Khartoum, Sudan.

REPUBLIKA.CO.ID, KHARTOUM--Polisi Sudan menangkap lebih dari 20 moodel, penata rias serta desainer setelah ajang fesyen di Khartoum, yang melibatkan model pria dan wanita.

Model amatir yang turut dalam pagelaran fesyen "Sudanese Next Top Model Fashion Show" mengatakan kepada Reuters, mereka ditangkap oleh petugas ketertiban umum Sudan pada hari Kamis (24/6) tengah malam. Petugas tersebut dikenal sering menindak orang yang dianggap menggunakan pakaian yagn tak pantas dan minuman beralkohol di kawasan muslim utara.

Pihak Kepolisian belum bisa dimintai mengenai penangkapan yang dilakukan diluar dari klub, yang berlokasi di ibukota negara yang sebagian besar warga muslim tersebut.

Semua orang yang ditangkap sudah dibebaskan, Jumat (25/6),  namun setidaknya enam orang dikenakan sebagai wajib lapor kepada pihak Kepolisian, Minggu (28/6). Belum jelas, mereka akan dikenakan tuduhan apa.

"Mereka mendatangi klub setelah pagelaran dan menangkap sekitar 20-30 orang, tak hanya model tapi juga penata rias dan orang-orang yang menyediakan pakaian," ujar seorang partisipan yang menolak disebut namanya.

"Tak ada yang buruk mengenai pakaian yang ditampilkan. Pakaian itu terdiri dari pakaian pernikahan, pakaian tradisional Sudan dan pakaian dari toko lokal dan tobs yaitu pakaian tradisional Sudan yang dililitkan di tubuh," jelasnya.

Partisipan lain mengatakan, sebelumnya ada juga pagelaran fesyen di Sudan, namun banyak yang dilakukan secara privat. Pagelaran yang mereka ikuti, Kamis lalu merupakan ajang pertama kali yang menampilkan model pria dan wanita berada di panggung fesyen bersama-sama. 

Sumber : reuters