Selasa , 24 Juni 2014, 13:52 WIB

Pesta Toko Buku Sambut Ramadhan

Red:

JAKARTA -- Toko buku mulai memajang buku yang berkaitan dengan Ramadhan dan Alquran. Manajer Toko Buku Walisongo Jakarta Supriyatna mengatakan bahwa saat ini Alquran diburu pembeli.


 

 

 

 

 

 

 

 

Pembelian Alquran biasanya tak hanya untuk kepentingan pribadi. Namun, disumbangkan kepada orang lain. ''Selama Ramadhan, bisa sampai 100 Alquran terjual,'' katanya, Senin (23/6).
 
Selain Alquran, kata Supriyatna, tokonya menambah stok buku Islam. Peningkatan stok mencapai 30 persen dibandingkan hari biasa. Menurut dia, ini mengantisipasi membeludaknya pengunjung Walisongo.

Mereka tak hanya datang ke toko buku, tetapi juga membelanjakan uangnya di sana. Karena itu, kata dia, penjualan dan omzet meningkat. Tapi, ia enggan menyebut besarnya omzet selama Ramadhan.
 
Untuk menarik pembeli, Walisongo mengiming-imingi potongan harga sebesar 20 persen. Ia menambahkan, buku umum tetap dipajang, tapi hanya yang penjualannya tinggi.

Asisten Manajer Gramedia Matraman Nita mengungkapkan, toko bukunya juga menambah stok buku Islam. Meski demikian, ia tak mengungkapkan berapa eksemplar yang dipajang.

Gramedia tidak mengandalkan buku tertentu dalam menyambut Ramadhan. Kendati demikian, Nita mengaku, penjualan Alquran dan buku yang berkaitan Ramadhan mengalami peningkatan.

"Kami belum memprediksi karena belum memasuki Ramadhan," ujar Nita. Potongan harga juga ditawarkan Gramedia, terutama untuk buku Islam yang diterbitkan Gramedia.

Sementara, buku dari penerbit lain potongan harga dalam bentuk parsel. Manajer Toko Gunung Agung Kwitang Arifan Sentono mengatakan, yang banyak dibeli konsumen adalah Alquran dan buku Islam.
 
Meski demikian, Gunung Agung tak melakukan kebijakan khusus selama Ramadhan. Semua berjalan seperti biasa. Jadi, tak ada penambahan persediaan barang dagangan untuk menghadapi lonjakan pembelian.

Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) DKI Jakarta Afrizal Sinaro memaparkan, Ramadhan merupakan momen yang ditunggu penerbit. ''Terutama, penerbit buku Islam,'' katanya.

Menurutnya, pada Ramadhan jumlah penerbitan buku Islam bertambah. Ini merupakan dampak permintaan yang menanjak selama Ramadhan. Biasanya, masyarakat membeli buku menjelang atau memasuki Ramadhan.

Dengan keterbatasan waktu untuk meningkatkan ilmu keagamaan, kata Afrizal, membaca buku adalah cara terbaik yang digunakan umat Islam."Kita juga punya tradisi keinginan untuk meningkatkan ilmu agama saat puasa.''

Afrizal menuturkan, jumlah permintaan dan omzet terhadap buku agama pada menjelang dan memasuki Ramadhan meningkat.

Peningkatan omzet mencapai sekitar 30 persen. Ia menambahkan, selama Ramadhan penerbit buku Islam merilis 10 hingga 20 judul buku. Sebanyak 300 penerbit di Jakarta setengahnya adalah penerbit buku Islam.

Afrizal tidak melihat peningkatan buku umum pada Ramadhan. Dengan alasan, tradisi umat Islam yang berkeinginan meningkatkan pengetahuan agamanya.rep:c67 ed: ferry kisihandi