Sabtu , 07 November 2015, 20:09 WIB

JK: Umat Islam Kekurangan Toko, Industri dan Kebun

Red: Irwan Kelana
Dok Hidayatullah
Wapres Jusuf Kalla memberikan kata sambutan saat peresmian Munas IV Hidayatullah di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (7/11).
Wapres Jusuf Kalla memberikan kata sambutan saat peresmian Munas IV Hidayatullah di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (7/11).

REPUBLIKA.CO.ID, BALIKPAPAN – Wapres M Jusuf Kalla membuka secara resmi Musyawarah Nasional (Munas) IV Hidayatullah di Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (7/11). Acara tersebut  dihadiri 3.000 kader dai Hidayatullah yang tersebar di seluruh wilayah NKRI.

Dalam kesempatan tersebut Wapres yang akrab dipanggil JK berpesan agar seluruh kader Hidayatullah selalu berpegang pada keseimbangan dunia-akhirat.

"Karena kalau kita berbicara umat Islam di Indonesia ini, kita tidak kekurangan masjid, kita tidak kekurangan pesantren, kita tidak kekurangan sekolah. Tapi kekurangan kita adalah kita kekurangan toko, kita kekurangan industri, kita kekurangan kebun," kata JK.

"Lihatlah siapa yang punya toko, lihatlah siapa yang punya kebun, lihatlah siapa yang punya tambang? Kita kurang mendapatkan dunia. Akibatnya begitu harus mengumpulkan zakat, kita bingung karena muzakkinya kurang, mustahiknya yang banyak," imbuhnya.

JK berharap Munas IV Hidayatullah bisa menjadi momentum Hidayatullah menerjemahkan program keseimbangan dunia akhirat ini dengan sebaik-baiknya melalui kepengurusan yang akan datang. "Saya berharap Hidayatullah mampu menerjemahkan program-program yang menyeimbangkan dunia dan akhirat dalam Munas IV kali ini," ujarnya.

Munas IV Hidayatullah berlangsung 7-10 November 2015 dan akan ditutup Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Dalam helatan lima tahunan ini, akan ditetapkan Ketua Umum periode 2015-2020 berikut program-program strategis lima tahun mendatang.

Selain itu, Munas juga dimeriahkan dengan dialog peradaban yang menghadirkan Direktur BMT Sidogiri KH Abdul Majid MM dengan tema "Membangun Kekuatan Ekonomi Ummat" serta dialog peradaban bersama Drs KH Slamet Effendy Yusuf MSi dengan tema "Memaknai Konsep Ummatan Wasathan."

Berita Terkait