Selasa , 26 September 2017, 05:20 WIB

Perusahaan Asal Jiangsu Cina Kerjakan 24 Proyek di Indonesia

Red: Bilal Ramadhan
Antara
Proyek pembangunan jalan tol  (ilustrasi).
Proyek pembangunan jalan tol (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, NANJING -- Perusahaan-perusahaan asal Provinsi Jiangsu, Cina, menjalankan 24 usaha di Indonesia dengan nilai investasi sebagian proyek yang sedang berjalan sejumlah 32 miliar dolar AS.

"Proyek luar negeri dari Jiangsu di Indonesia adalah yang terbesar dibanding di negara Asia lainnya," kata Deputi Direktur bidang Investasi dan Hubungan Luar Negeri pada Komisi Pembangunan dan Reformasi Provinsi Jiangsu, Hang YouFei, saat menerima kunjungan wartawan dari negara-negara ASEAN di Nanjing, Senin (25/9).

Beberapa proyek besar yang telah beroperasi antara lain tambang nikel dan besi senilai 995 juta dolar AS, industri semen senilai 350 juta dolar AS, serta pembangunan kawasan industri untuk pengolahan karet, pertanian, dan kilang minyak senilai 310 juta dolar AS.

Salah satu perusahaan asal provinsi yang terletak di pesisir Timur-tengah Cina itu juga mendanai pembangunan sebuah kawasan industri di Kalimantan Timur, yang mengintegrasikan sektor pertanian dan industri. Kawasan ekonomi yang mulai aktif beroperasi sejak 2013 itu dijalankan oleh delapan perusahaan yang bernilai total 1,1 miliar dolar AS.

"Pendapatan atas penjualan berbagai produk yang dihasilkan dari kawasan industri tersebut diperkirakan mencapai 2 miliar dolar AS pada 2019," tutur YouFei.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah provinsi dan perusahaan-perusahaan swasta asal Jiangsu telah berupaya mempromosikan kerja sama kapasitas industri internasional. Empat sektor terpenting yang menjadi keunggulan Jiangsu yakni mekanikal, transportasi, kelistrikan, serta teknik kelautan.

Provinsi yang memiliki pertumbuhan rata-rata 7,8 persen per tahun itu juga unggul dalam empat sektor industri yang sifatnya relatif tradisional yaitu tekstil, petrokimia, meteorologi, dan material konstruksi. Saat ini, perusahaan-perusahaan asal Jiangsu memiliki total 401 proyek yang sedang dan akan berjalan di berbagai negara, termasuk 11 diantaranya yang berada di Thailand.

Mengusung semangat "Belt and Road Initiative" yang digagas Presiden Cina Xi Jinping, pemerintah memperkirakan akan lebih banyak lagi perusahaan asal Jiangsu yang merambah pasar internasional.
Mengandalkan pertumbuhan ekonominya dari sektor industri, Jiangsu menempati posisi pertama sebagai daerah yang paling besar menanamkan investasi di luar negeri sejumlah 24,5 miliar dolar AS.

"Di sisi lain, kami juga berharap lebih banyak investasi dari negara lain yang masuk ke Jiangsu, dengan begitu kita bisa memperkuat pemahaman bersama dan kerja sama ekonomi," ujar YouFei.

Sumber : Antara

Berita Terkait