Kamis , 21 September 2017, 15:46 WIB

Setelah Diberlakukan HET, Harga Beras Premium Menurun

Red: Gita Amanda
Dok Kementan
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi saat membuka Toko Tani Indonesia (TTI) di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta Timur, Kamis (21/9).
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi saat membuka Toko Tani Indonesia (TTI) di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta Timur, Kamis (21/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berdasarkan pemantauan yang di lakukan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) setelah diberlakukan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras premium dan medium, kedua jenis beras tersebut kini dijual dipasaran sesuai harga ketentuan pemerintah. Bahkan untuk beras premium mengalami penurunan signifikan.

"Dari pemantauan yang kami lakukan ke pasar-pasar di wilayah Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi) harga beras yang dijual pedagang telah mengikuti harga acuan yang ditetapkan pemerintah," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi saat membuka Toko Tani Indonesia (TTI) di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta Timur, Kamis (21/9).

Untuk beras premium di pasar-pasar modern telah mengalami penurunan 50 persen, karena sudah mengikuti peraturan pemerintah tentang HET beras. Agung berharap beras medium juga akan turun secepatnya menyesuaikan HET tidak lebih dari Rp 9.450.

Menurut Agung, tujuan dibukanya TTI di PIBC selain untuk mempengaruhi harga beras setelah diberlakukannya HET, juga melakukan penjualan langsung kepada masyarakat atau konsumen. Pembukaan TTI di PIBC  ini sangat strategis, karena itu nantinya TTI juga akan dibuka di pasar-pasar induk kota-kota besar.
 
"Kami akan mengajak Dinas Ketahanan Pangan di daerah, terutama kota-kota besar untuk membuka TTI di Pasar Induk setempat," ujar Agung, yang didampingi Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Iwantoro.

Di kawasan PIBC ini TTI menjual harga beras medium Rp. 8.000 per kilogram, sedangkan pedagang lainnya menjual dengan harga kisaran Rp 9.050 per kilogram. Begitu TTI resmi dibuka, masyarakat langsung melakukan pembelian, sehingga dalam tempo 30 menit, sudah terjual 864 kilogram beras medium yang dijual di TTI.

"Karena beras yang dijual di TTI lebih murah dibanding pedagang lainnya, kami menjual langsung kepada konsumen akhir. Bukan kepada pedagang. Jadi wajar saja masyarakat berlomba-lomba beli beras TTI," kata Agung melalui siaran persnya.

Menurut Direktur Operasional PT. PERTANI, Maryadi, pembukaan TTI di PIBC yang dilakukan bersama-sama Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, merupakan bentuk aksi nyata setelah dilakukannya perjanjian kerjasama (MoU) beberapa waktu lalu. Dalam waktu dekat, mereka akan buka 100 gerai TTI dan nantinya akan dikembangkan di seluruh Indonesia.

TTI di PIBC buka setiap hari dari pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 15.00 WIB. Setiap pembelian dibatasi hanya 10 kilogram per orang. Dalam acara ini juga hadir Direktur Operational Food Station PIBC, Frans Tambunan serta Ketua Dewan Perwakilan Daerah Perpadi Jakarta Nellys Soekadi.