Rabu , 20 September 2017, 20:11 WIB

Banyak Peluang Bisnis dari Dunia Digital

Red: Yudha Manggala P Putra
opencolleges.edu
Digital marketing atau pemasaran digital. Ilustrasi
Digital marketing atau pemasaran digital. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Founder Sebangsa dan Direktur Eksekutif 1000 Startup Enda Nasution mengungkapkan sebenarnya banyak peluang yang bisa dimanfaatkan untuk bisnis dari dunia digital yang kian berkembang pesat.

"Saya ingat satu kawan saya yang 'blogger'. Kebetulan, dia IT auditor sehingga detail, faktual, dan akurat informasinya. Suatu saat, dia punya misi mencari tempat tinggal yang dekat," katanya di Semarang, Rabu (20/9).

Hal tersebut diungkapkannya saat menjadi pembicara pada Digital Media Worshop bertema "Digital Transformation Be Ready to Ride the Wave" yang diprakarsai Indosat Ooredoo di Hotel Novotel Semarang. Enda menceritakan kawannya itu kemudian menuangkan misinya plus hasil analisisnya mengenai rumah tinggal di beberapa kawasan, mulai harga, kondisi keamanan, hingga ketersediaan air bersih di blognya.

"Ternyata, di blognya banyak yang memberikan komentar dan berbagai pertanyaan. Di situlah sebenarnya peluang bisnis muncul karena banyak pihak yang berkepentingan mengenai informasi hunian," katanya.

Dari pihak developer sebagai pengembang perumahan, perbankan sebagai penyedia layanan kredit, hingga orang yang menjual dan mencari rumah berkepentingan dengan blog itu karena banyak yang berkunjung. "Sampai kemudian kawan saya itu menjadikan blognya yang semula blog pribadi menjadi umum. Artinya, banyak peluang sebenarnya di dunia digital. Namun, kawan saya tidak meneruskan lagi blognya itu," katanya.

Yang perlu dipikirkan, kata dia, bagaimana memetakan konten-konten kebutuhan apa yang masih kosong dan belum dimanfaatkan, sebab selama ini sudah banyak yang menggarap seputar "travel" dan kuliner.

"Masih banyak yang lain yang masih kosong, namun dibutuhkan. Ini yang harus dipetakan dan digarap. Peluang bisnis bagi blogger masih banyak," pungkas Enda yang juga Chief Operation Officer Suvarna.Id itu.

Head of Department Non-Dig, Media, PR, and Internal Communication Indosat Ooredoo, Romano Bhaktinegara menyepakati bahwa sudah tidak saatnya untuk berpikir sama, melainkan harus berbeda dengan orang lain. "Kita kan tidak bisa menjadi sama dengan yang lain. Ya, termasuk dalam berbisnis di dunia digital. Kenapa harus sama, mengikuti yang lain? Yang belum dimanfaatkan masih banyak," katanya.

Sementara itu, Head of Region Central and West Java Indosat Ooredoo Hari Sukmono mengatakan pihaknya terus menghadirkan produk dan layanan yang inovatif seiring perilaku masyarakat akan kebutuhan internet dan kecepatan informasi.

"Kami ingin pelanggan memiliki pengalaman digital terbaik dan menyenangkan setiap saat, di manapun, dengan memberikan produk yang memberi manfaat dari nilai uang yang dikeluarkan," katanya.

Sumber : Antara