Kamis , 14 September 2017, 10:17 WIB

Jonan: Banyak Komponen Penentu Tarif Listrik Belum Efisien

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya
Tarif dasar listrik (ilustrasi). Pemerintah usulkan penambahan subsidi energi.
Tarif dasar listrik (ilustrasi). Pemerintah usulkan penambahan subsidi energi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri ESDM, Ignasius Jonan menilai PLN dalam menentukan tarif listrik terdapat banyak poin poin pertimbangan. Poin poin struktur harga tersebutlah yang dinilai Jonan harus diefisiensikan agar menjadi kunci agar tarif listrik bisa tetap murah.

Jonan mengatakan tarif listrik yang makin terjangkau oleh masyarakat harus menjadi kepedulian semua pihak. Namun untuk mewujudkannya harus tetap memperhatikan kelangsungan usaha dalam bentuk harga energi primer yang fair dan mendukung sustainabilitas industri terkait.

Jonan menilai, permintaan PLN untuk bisa membuat harga batubara untuk bahan baku ketenagalistrikan menjadi harga khusus bukan satu satunya cara untuk bisa membuat listrik murah. Ia menilai harga energi primer untuk pembangkit listrik adalah salah satu komponen penentu tarif listrik. Masih ada sejumlah komponen penentu tarif lainnya yang bisa diefisienkan oleh PT PLN untuk menghasilkan biaya produksi yang makin kompetitif dan tarif listrik yang makin terjangkau oleh masyarakat luas.

"Terkait berita tentang harga khusus batu bara untuk kebutuhan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO), perlu dijelaskan hal-hal sebagai berikut. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral belum mengambil keputusan apa pun terkait hal tersebut," ujar Jonan melalui keterangan tertulisnya, Kamis (14/9).

Kementerian ESDM belum membahas dan membicarakan usulan tersebut. Untuk sampai pada satu keputusan, terlebih dahulu Menteri ESDM akan mendengar masukan kedua belah pihak yang berkepentingan, yaitu PT PLN, perusahaan pembangkit (IPP), dan perusahaan penghasil batu bara. Dengan demikian diharapkan akan tercapai titik temu yang bisa mengakomodasi kepentingan semua pihak.