Rabu , 13 September 2017, 15:24 WIB

Mentan akan Perkuat Kelembagaan untuk Korporasi Petani

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Gita Amanda
ROL/Havid Al Vizki
Menteri Pertanian Amran Sulaiman
Menteri Pertanian Amran Sulaiman

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian Amran Sulaiman memastikan akan melanjutkan arahan Presiden Joko Widodo mengenai korporasi petani. Ia juga sudah membicarakan hal tersebut dengan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rabu (13/9).

Amran memastikan nantinya kelompok tani akan dikorporasikan seperti kelompok petani besar. Nanti akan diperkuat kelembagaannya karena kalau diperkuat bisa memiliki banyak hal, kata Amran di Kementerian BUMN, Rabu (13/9).

Dia menambahkan jika nanti kelembagaannya sudah diperkuat maka petani bisa membuat benih sendiri. Tak hanya itu, menurut Amran, petani bisa mengolah tanahnya sendiri juga nantinya jika sudah dikorporasikan.

Hal itu juga akan berdampak kepada biaya yang harus dikeluarkan petani akan lebih ringan. Biaya pengolahan nanti bisa turun 40 persen. "Biaya tanam juga turun 40 persen karena kita gunakan mekanisasi," ujar Amran.

Dengan menggunakan mekanisasi tersebut, Amran menegaskan tidak akan membiarkan para petani yang sudah dikorporasi berjalan sendiri. Dia memastikan mekanisasi akan dikelola dengan manager andal.

Setelah dikorporasikan, akan ada empat ribu perlatan mekanisasi yang cukup untuk disediakan dan juga ricemilling unit (RMU). Ada RMU dari hulu ke hilir. MRU ini yang bagus lebih efisien setelah itu nanti akan ada packaging yang langsung masuk ke supermarket.

Dari semua hal tersebut, Amran menegaskan manfaat korporasi intinya untuk kesejahteraan petani. Sebab, dengan korporasi tersebut maka pendapatan petani akan dari hulu sampai ke hilir. Berbeda dengan saat ini, menurut Amran, pendapatan petani saat ini hanya dari produksi gabah saja.

Amran menyebut akan mencoba untuk menyiapkan 25 kelompok tani yang terdiri dari petani dan perusahaan besar. Untuk komoditasnya padi dulu. "Makin cepat akan lebih bagus, kita mulai dalam waktu dekat," ujar Amran.

Jokowi berniat untuk memperkenalkan konsep korporasi petani demi mengubah pola kerja petani agar lebih modern. Jokowi bermaksud membuat kelompok besar petani bisa memanfaatkan aplikasi modern, pengolahan industri modern dan sekaligus memasarkannya ke industri retail.