Ahad , 20 Agustus 2017, 11:04 WIB

Mengapa Ganjil Genap Diusulkan Atasi Macet Tol Cikampek?

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nur Aini
ANTARA
engendara melintas di samping area pembangunan jalur kereta api ringan (LRT) dan jalan tol layang Jakarta-Cikampek II, di ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek, di Bekasi, Jawa Barat (ilustrasi).
engendara melintas di samping area pembangunan jalur kereta api ringan (LRT) dan jalan tol layang Jakarta-Cikampek II, di ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek, di Bekasi, Jawa Barat (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihantono mengungkapkan masih terus mengkaji untuk penerapan sistem ganjil genap di tol Jakarta-Cikampek. Dia mengatakan solusi tersebut menjadi salah satu usulan untuk mengatasi kemacetan di ruas tol Jakarta-Cikampek.

Dia tak memungkiri kondisi lalu lintas di ruas tol tersebut memang sudah parah. "Kemacetan pada ruas jalan tol Jakarta-Cikampek telah mencapai titik yang serius dan perlu segera mendapat solusi untuk mengatasinya," kata Bambang, Ahad (20/8).

Untuk itu dia menegaskan pihaknya juga berupaya untuk memilih cara yang paling tepat demi memberi hasil yang optimal. Meski memang, kata Bambang, solusi tersebut bisa menimbulkan perubahan kebiasaan orang dalam bertransportasi.

Dia menjelaskan ada beberapa penyebab yang memunculkan rencana penerapan ganjil genap di tol Jakarta-Cikampek. "Saat ini ada pembangunan elevated tol road, kereta api cepat, dan LRT (light rail transit) yang dilaksanakan bersamaan," tutur Bambang.

Selain itu, banyak kendaraan angkutan barang yang melaju di bawah ketentuan kecepatan batas minimal di jalan tol. Hal itu menurutnya juga menambah berat beban kemacetan di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek.

Sehingga menurutnya BPTJ perlu melakukan rekayasa lalu lintas agar lalu lintas lebih baik dengan salah satunya menerapkan sistem ganjil genap. Sistem ganjil genap di ruas tol tersebut baik menuju Jakarta atau Cikampek akan diuji coba pada Selasa (22/8).