Sabtu , 19 August 2017, 20:09 WIB

Kemenhub akan Kembangkan Bandara Notohadinegoro di Jember

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Andi Nur Aminah
Antara
Bandara Notohadinegoro, Jember.
Bandara Notohadinegoro, Jember.

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi akan meninjau Bandara Notohadinegoro, Jember yang direncanakan besok (20/8). Menhub juga akan mengadakan pembicaraan dengan pihak terkait agar memperoleh masukan bagi rencana pengembangan bandara tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Hengki Angkasawan mengatakan Bandara Notohadinegoro akan dikembangkan. "Terminal diperluas dan runway akan diperpanjang. Untuk itu Menhub akan mengecek kondisi bandara ini serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” kata Hengki, Sabtu (19/8).

Dia menjelaskan, pengembangan bandara di Jember itu juga merupakan perintah Presiden Joko Widodo. Hal itu merupakan kelanjutan dari kunjungannya ke Jember beberapa waktu lalu. Hengki berharap perluasan bandara tersebut bisa semakin meningkatkan perekonomian. "Ini juga sebagai pintu gerbang pariwisata bagi Jember," tutur Hengki.

Setelah Jember, Hengki mengatakan Menhub juga akan menuju ke Probolinggo untuk menyaksikan penandatanganan kerja sama pemanfaatan barang milik negara. Penandatanganan tersebut untuk aset Pelabuhan Probolinggo dan Pelabuhan Sintete.

Untuk pelabuhan Probolinggo akan ditandatangani perjanjian kerja sama antara KSOP Kelas IV Probolinggo dengan Badan Usaha Pelabuhan PT Delta Artha Bahari Nusantara. Perjanjian tersebut mengatur Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Negara berupa Tanah Hasil Reklamasi dan Dermaga pada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Probolinggo.

Sedangkan untuk pelabuhan Sintete akan ditandatangani perjanjian kerja sama antara KSOP Kelas V Sintete dengan PT Pelindo II cabang Pontianak. Perjanjian itu mengatur Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Negara berupa Bangunan Dermaga pada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas V Sintete.

Hengki mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah yang sangat strategis bagi pertumbuhan perekonomian di wilayah Probolinggo dan Sintete. "Kerjasama pemanfaatan fasilitas pelabuhan tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan yang efisien dan efektif untuk menekan waktu bongkar muat barang," ujar Hengki.