Selasa , 08 August 2017, 21:42 WIB

Pemerintah Harus Stabilkan Harga Untuk Jaga Daya Beli

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Ratna Puspita
Republika/Darmawan
[Ilustrasi] Seorang pedagang buah melayani konsumennya.
[Ilustrasi] Seorang pedagang buah melayani konsumennya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Moneter, Fiskal, dan Publik, Raden Pardede menilai pemerintah perlu menjaga stabilitas harga untuk bisa menjaga daya beli masyarakat. Ini merupakan salah satu cara untuk bisa mengejar target pertumbuhan ekonomi di 2017 yang sebesar 5,2 persen. 

Raden menilai, daya beli masyarakat menjadi poin yang paling penting dalam pertumbuhan ekonomi. Ia menilai, konsumsi rumah tangga sangat berpengaruh pada PDB. 

Jika daya beli masyarakat tertanggu maka akan berpengaruh pada investasi. "Kalau itu tertekan terus dan mereka susah buat konsumsi akibatnya produksi dan permintaan akan berkurang, investasi juga akan turun. Itu harus dicermati secara khusus. Permintaan terhadap barang bisa menurun nantinya," ujar Raden saat dihubungi Republika, Selasa (8/8).

Raden menjelaskan untuk bisa menjaga daya beli pemerintah perlu menjaga pendapatan masyarakat. Ia mengatakan pendapatan masyarakat juga akan mempengaruhi konsumsi.

Dia menambahkan hal yang juga harus diperhatikan adalah belanja desa itu. Sebab, jumlah belanja desa sangat besar, yakni mencapai Rp 170 triliun dalam tiga tahun. "Ini harus tepat sasaran. Tepat sasaran adalah ke tempat yang bisa menciptakan lapangan kerja dan menaikan pendapatan masyarakat desa," ujar Raden.