Kamis , 27 July 2017, 07:16 WIB

Daerah Didorong Kembangkan Ekonomi Selain Andalkan SDA

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Dwi Murdaningsih
Republika/Adhi Wicaksono
Salah satu tambang timah di Kepulauan Bangka Belitung.
Salah satu tambang timah di Kepulauan Bangka Belitung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyatakan, beberapa daerah di Indonesia memerlukan sumber perekonomian baru atau diversifikasi. Sebab, selama ini sebagian besar provinsi di Tanah Air masih tergantung pada Sumber Daya Alam (SDA).

"Kita lihat, 60 sampai 70 persen daerah di Indonesia masih tergantung pada SDA," ujar Agus dalam acara Sarasehan bersama Gubernur se-indonesia, di Gedung BI, Jakarta, Rabu, (26/7).

Ia menyebutkan, ketergantungan Provinsi Riau dan Jambi terhadap SDA mencapai  57 persen, bahkan Kalimantan Timur serta Kalimantan Utara ketergantungannya di atas 72 persen.  Agus menjelaskan, hal itu membuat pertumbuhan ekonomi daerah ikut turun saat harga komoditas dunia melemah. Maka ketergantungan terhadap SDA harus dikurangi.

Selama ini, kata Agus, pertumbuhan ekonomi daerah paling tinggi masih terpusat Pulau Jawa dan Sumatra. Pertumbuhan ekonomi masing-masing, Jawa 5,6 persen lalu Sumatera sebesar 4,5 persen.

"Kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pun 59 persen dari Jawa, kemudian 22 persen dari Sumatra. Sisanya sekitar 20 persen dari berbagai daerah," jelas Agus.

Maka, ia menegaskan, setiap provinsi harus bisa melalukan diversifikasi baik horisontal maupun vertikal. Menurutnya, sektor pariwisata dan kemaritiman merupakan sumber perekonomian yang akan paling cepat berkembang.

"Kalau bapak ibu (Pemerintah Daerah) mengembangkan sektor pariwisata atau kemaritiman bisa berkembang secara cepat," kata Agus.