Friday, 11 Sya'ban 1439 / 27 April 2018

Friday, 11 Sya'ban 1439 / 27 April 2018

Daerah Didorong Kembangkan Ekonomi Selain Andalkan SDA

Kamis 27 July 2017 07:16 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Dwi Murdaningsih

Salah satu tambang timah di Kepulauan Bangka Belitung.

Salah satu tambang timah di Kepulauan Bangka Belitung.

Foto: Republika/Adhi Wicaksono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyatakan, beberapa daerah di Indonesia memerlukan sumber perekonomian baru atau diversifikasi. Sebab, selama ini sebagian besar provinsi di Tanah Air masih tergantung pada Sumber Daya Alam (SDA).

"Kita lihat, 60 sampai 70 persen daerah di Indonesia masih tergantung pada SDA," ujar Agus dalam acara Sarasehan bersama Gubernur se-indonesia, di Gedung BI, Jakarta, Rabu, (26/7).

Ia menyebutkan, ketergantungan Provinsi Riau dan Jambi terhadap SDA mencapai  57 persen, bahkan Kalimantan Timur serta Kalimantan Utara ketergantungannya di atas 72 persen.  Agus menjelaskan, hal itu membuat pertumbuhan ekonomi daerah ikut turun saat harga komoditas dunia melemah. Maka ketergantungan terhadap SDA harus dikurangi.

Selama ini, kata Agus, pertumbuhan ekonomi daerah paling tinggi masih terpusat Pulau Jawa dan Sumatra. Pertumbuhan ekonomi masing-masing, Jawa 5,6 persen lalu Sumatera sebesar 4,5 persen.

"Kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pun 59 persen dari Jawa, kemudian 22 persen dari Sumatra. Sisanya sekitar 20 persen dari berbagai daerah," jelas Agus.

Maka, ia menegaskan, setiap provinsi harus bisa melalukan diversifikasi baik horisontal maupun vertikal. Menurutnya, sektor pariwisata dan kemaritiman merupakan sumber perekonomian yang akan paling cepat berkembang.

"Kalau bapak ibu (Pemerintah Daerah) mengembangkan sektor pariwisata atau kemaritiman bisa berkembang secara cepat," kata Agus. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES