Selasa , 18 Juli 2017, 05:15 WIB

Mentan akan Lakukan Ini untuk Sejahterakan Petani

Rep: rahayu subekti/ Red: Budi Raharjo
Mahmud Muhyidin
Petani memperlihatkan sayuran kol saat panen di ladang pertaniannya, Kampung Pasanggrahan, Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Rabu (3/5).
Petani memperlihatkan sayuran kol saat panen di ladang pertaniannya, Kampung Pasanggrahan, Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Rabu (3/5).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan pihaknya akan melakukan antisipasi untuk menangani pedagang perantara dari penjualan beras. Terlebih selama ini, pedagang perantara justru menerima keuntungan lebih tinggi dibandingkan petani.

Andi mengatakan Kementerian Pertanian sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan kepolisian untuk membentuk satgas. “Kita akan potong itu supply chain yang terlalu panjang itu yang benar,” kata Andi di usai memberikan arahan kepada generasi muda menuju lumbung pangan dunia 2045 di Kementerian Pertanian, Senin (17/7).

Dia menambahkan jika keuntungan yang selama ini didapatkan pedangan perantara bisa dialihkan kepada petani maka akan memunculkan dampak yang positif. Dengan begitu, lanjut Andi, akan membuat petani sejahtera.

“Kalau supply chain keuntungannya itu bisa kita dorong ke petani itu mimpi kami jujur ya. Setelah itu kita dorong mudah-mudahan lebih bisa membuat harga beras turun,” ujar Andi.

Saat ini harga beras di tingkat petani dijual seharga Rp 7.500 per kilogram. Selanjutnya ketika beras tersebut sampai ke masyarakat, harga sudah mencapai Rp 10.500 per kilogramnya. Andi menilai saat ini harga beras di Indonesia sudah terbaik selama sepuluh tahun terakhir.

Untuk itu, ia berkomitmen akan berusaha memangkas keuntungan yang tinggi pada pedagang perantara saat ini yang mencapai Rp 186 triliun. “Katakan lah keuntungan yang ditengah (pedangang perantara) tadi Rp 186 triliun itu dikirim ke patani karena keuntungan petani untuk padi kalau tidak salah sekitar Rp 65 triliun. Ini kalau didorong 30 persen saja sudah bisa membuat petani senyum,” ungkapnya.

Hanya saja, Andi mengakui untuk mewujudkan hal itu memang membutuhkan waktu dan perlu kesabaran. Selama ada proses dan menunjukkan kebaikkan untuk sektor pertanian, kata Andi, semua bisa selesai namun memnag tidak sekaligus saja.





Sumber : Center