Selasa , 18 Juli 2017, 00:18 WIB

Gini Rasio Stagnan, Darmin: Yang Penting tidak Naik

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Budi Raharjo
Pandega/Republika
Kemiskinan, ilustrasi
Kemiskinan, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Menko Perekonomian Darmin Nasution menanggapi datar perihal pengumuman data gini rasio oleh BPS. Sebab yang penting, menurut dia, gini rasio Indonesia tidak meningkat.

Ia mengakui, program pemerataan kesejahteraan tidak mudah. Kalaupun terjadi perubahan, itu kecil kemungkinannya. ''Bahwa dia tidak memburuk kita harus syukuri. Tapi buat saya itu tidak naik yang penting,'' ucap Darmin, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta,

Dirinya menyadari gini rasio Indonesia tidak membaik. Hal tersebut lantaran dengan musim hujan, waktu panen dan harga beras yang jatuh. Meski demikian, dirinya tidak risau selama gini rasionya tidak membaik.

Darmin menambahkan, akan mempelajari secara lebih detail terkait dengan rilis BPS. Namun, ia menduga bertahannya angka gini rasio karena komoditi pangan.

Dirinya juga menyatakan, angka kemiskinan yang naik 6.900 jiwa, disebabkan juga karena rentannya harga pangan. Bulan Maret tahun ini, memang musimnya tidak terlalu bagus. Petani terlalu cepat panen dibanding tahun lalu, sehingga harga padi jatuh.

''Memang Maret tidak terlalu bagus. Karena petani panen agak kecepatan dibanding tahun lalu dan itu musim hujan,'' tutur Darmin.

Sumber : Center