Senin , 17 July 2017, 12:06 WIB

Luhut: Indonesia Jangan Hanya Jadi Pasar Mobil Listrik

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya
Foto : MgRol_94
Ilustrasi Mobil Listrik
Ilustrasi Mobil Listrik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menilai Indonesia harus bisa mengambil andil dalam perkembangan mobil listrik. Ia mengatakan saat ini pihak BPPT sedang melakukan kajian atas rencana mobil listrik tersebut.

"Karena ini kan bisa pengurangan bahan bakar fosil, kalo itu terjadi, kita jangan jadi market orang lain, saya bilang ke BPPT harus bisa kembangkan sendiri. Sekarang ini sedang kita bicarakan dan kita dorong, tadi saya bilang Pak Unggul dan dia sudah bilang ada protype nya dan kita harus kembangkan," ujar Luhut di Kantor Kemenko Maritim, Senin (17/7).

Luhut berharap kajian terkait mobil listrik ini bisa segera dilakukan. Ia mengatakan, pemerintah bisa mensupport dalam hal kebijakan agar rencana pembuatan mobil listrik ini juga bisa segera direalisasikan.

"Banyak macam macam yang harus dipersiapkan. Tapi kebijakan bisa, karena kita harus melihat ke depan..kalau tidak, kita jadi market orang lain," ujar Luhut.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumberdaya, Ignasius Jonan telah mengirimkan surat kepada Presiden untuk bisa mengembangkan proyek mobil listrik ini kedepan. Hal ini dilakukan Jonan mengingat pentingnya pengembangan mobil listrik di Indonesia. Tujuannya untuk meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan.

Ide ini muncul pascakunjungan kerja Jonan ke Cina. Ia menilai Indonesia perlu melakukan pengembangan agar kedepan Indonesia juga bisa menjadi penggerak dan produsen mobil listrik.

Negara seperti Perancis, Belanda dan Norwegia, Jerman dan India memilki rencana jangka panjang untuk bisa mulai mengoperasikan mobil listrik ini pada 2030 mendatang. Beberapa perusahaan otomotif juga beralih memproduksi mobil listrik. Salah satunya adalah Volvo, perusahaan mobil asal Swedia, yang ingin sepenuhnya menjadi produsen mobil listrik pada 2019.

Porsche, perusahaan asal Jerman juga menargetkan pada 2023 harus bisa memasarkan mobil listrik 50 persen dari total penjualan. Bahkan BMW juga sudah membuka diler pertama di Indonesia yang melayani penjualan mobil listrik.



INTAN