Ahad , 16 July 2017, 19:56 WIB

Berapa Konsumsi BBM Selama Lebaran 2017? Ini Data Pertamina

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Nur Aini
Antara/Dedhez Anggara
Sejumlah kendaraan pemudik memadati pintu gerbang tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (28/6). Memasuki H+3 Lebaran, arus balik di tol Cipali terpantau padat.
Sejumlah kendaraan pemudik memadati pintu gerbang tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (28/6). Memasuki H+3 Lebaran, arus balik di tol Cipali terpantau padat.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) golongan gasoline, yakni Premium dan Pertamax series, tertinggi sepanjang periode arus mudik dan balik Lebaran 2017. Satuan Tugas BBM dan LPG Idul Fitri 2017 PT Pertamina (Persero) mencatat peningkatan konsumsi gasoline di Jawa Tengah sebesar 18,4 persen, disusul Sumatera Barat 15,6 persen, dan Lampung 14,5 persen dibandingkan konsumsi pada periode Arus Mudik dan Arus Balik Idul Fitri 2016.

Selain di tiga provinsi tersebut, konsumsi BBM juga mengalami kenaikan cukup tinggi di Jambi sebesar 11,7 persen, Bengkulu sebesar 10,2 persen, dan Sumatera Selatan 9,8 persen. Sementara tiga provinsi di Jawa, yakni Jawa Timur, Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat kenaikan konsumsi BBMhanya sekitar 5-8 persen.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito menjelaskan bahwa sepanjang masa tugas Satgas BBM dan LPG 2017, secara nasional konsumsi produk BBM meningkatkan 2,6 persen menjadi 95.612 kiloliter (KL) dibandingkan konsumsi pada periode yang sama 2016.

"Bahkan dibandingkan dengan kondisi normal, konsumsi gasoline sepanjang masa arus mudik dan balik 2017 naik 9,41 persen," ujar Adiatma dalam Media Gathering Pertamina di Tanjung Pasir, Tangerang, Banten, Ahad (16/7)

Pertamina juga mencatat konsumsi gasoline tertinggi terjadi pada arus mudik H-1 Lebaran pada 24 Juni 2017 dan konsumsi terendah terjadi pada 2 Juli 2017. Adiatman menilai bahwa peningkatan konsumsi gasoline sepanjang arus mudik dan balik bisa ditopang oleh BBM jenis Pertalite dan Pertamax. Konsumsi Pertalite sendiri naik 44,625 KL, melonjak tajam hingga 113,8 persen dibandingkan pada 2016. Sedangkan konsumsi Pertamax, naik 18.352 KL atau naik 33,4 persen dibanding periode 2016.  Sementara itu, konsumsi Premium justru turun 46,48 persen menjadi 34.931 KL.

Sementara dengan produk gasoil, yakni Solar PSO dan Dex Series, konsumsinya pada arus mudik dan balik 2017 menunjukkan kenaikan konsumsi sebesar 4,6 persen jika dibanding periode arus mudik dan balik 2016. Kenaikan lebih besar terlihat pada konsumsi Dexlite yang mencatat kenaikan hingga 268 persen sebanyak 808 KL dibanding tahun sebelumnya. Varian lain jenis ini yakni Pertamina Dex juga naik 46 persen sebesar 500 KL. "Perilaku konsumen terhadap konsumsi BBM berubah lebih positif, produk BBM non subsidi menjadi favorit pemudik karena sesuai dengan spesifikasi kendaraannya," kata Adiatma.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan penerbangan, pada masa Satgas BBM 2017, realisasi konsumsi Avtur sebesar 14.770 KL atau meningkat 8,62 persen dibanding periode Satgas 2016. Konsumsi puncak terjadi pada H-2 Lebaran. Peningkatan konsumsi yang tertinggi terjadi pada DPPU Mingkabau Padang 85,5 persen dan DPPU Ahmad Yani Semarang 70,6 persen. Peningkatan juga terjadi pada DPPU lainnya antara 29 hingga 63 persen.