Senin , 19 June 2017, 13:11 WIB

KPPU: Harga Komoditas Pangan Stabil

Red: Nidia Zuraya
Republika/Yasin Habibi
Warga membeli kebutuhan pokok di pasar tradisional. ilustrasi
Warga membeli kebutuhan pokok di pasar tradisional. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf mengatakan hingga pekan terakhir Ramadhan 1438 H harga jual komoditas pangan relatif stabil, bahkan jauh menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Sampai pekan terakhir, komoditas pangan harganya stabil. Kami mengapresiasi upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah," kata Syarkawi melalui siaran pers diterima di Jakarta, Senin (19/6).

Syarkawi mengapresiasi upaya pemerintah melalui Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang mampu meredam gejolak harga pangan selama Ramadhan 2017 sehingga harga jual eceran pangan utama seperti daging sapi, bawang putih, gula, dan minyak goreng yang harganya relatif stabil.

Berdasarkan pantauan dan inspeksi mendadak yang dilakukan KPPU, harga-harga komoditas pangan masih relatif stabil dan sesuai dengan ketetapan harga eceran tertinggi untuk produk yang ditetapkan. Misalnya, harga daging sapi beku Rp 80 ribu per kilogram, gula pasir Rp 12.500 per kilogram, bawang putih Rp 38 ribu per kilogram, serta minyak goreng Rp 11 ribu per kilogram.

Sementara harga daging sapi premium juga masih normal di kisaran Rp 110 ribu hingga Rp 120 ribu per kilogram. Padahal, tahun sebelumnya harga daging sapi bisa mencapai Rp 170 ribu per kilogram, gula pasir Rp 18 ribu per kilogram, dan minyak goreng Rp 23 ribu per kilogram.

"Kami cukup senang dengan situasi harga yang ada, terutama daging sapi. Pasokan sapi cukup, rumah potong hewan juga memotong dan memasok daging ke ritel dengan jumlah yang sangat cukup sehingga pasokan di pasar stabil," tuturnya.

Komisioner KPPU Nawir Messi juga mengapresiasi masyarakat yang turut berpartisipasi mencegah kemunculan spekulan di pasar yang berpotensi menyebabkan kenaikan harga. "Ini cukup menggembirakan. Kami mengapresiasi konsumen dan para ibu rumah tangga yang sudah sangat bijak untuk menekan kemunculan para spekulan di pasar," katanya.

Sumber : Antara