Ahad , 18 June 2017, 12:29 WIB

Harga Daging Sapi di Indramayu Tembus Rp 130 Ribu per Kg

Rep: Lilis Handayani/ Red: Nur Aini
Antara/Rudi Mulya
Seorang pedagang melayani pembeli daging sapi di pasar tradisional. (Ilustrasi)
Seorang pedagang melayani pembeli daging sapi di pasar tradisional. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Menjelang Lebaran Idul Fitri, harga daging sapi di pasar tradisional di Kabupaten Indramayu kembali naik. Selain konsumen, kenaikan harga itu juga dikeluhkan para pedagang karena membuat omzet mereka jadi menurun.

Berdasarkan pantauan di Pasar Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Sabtu (17/6) siang, harga daging sapi sudah mencapai Rp 130 ribu per kg. Padahal, saat pekan pertama Ramadhan, harga daging sapi masih Rp 120 ribu per kg.

''Harga daging sapi naik Rp 10 ribu per kg,'' ujar seorang pedagang daging sapi, Susi.

Susi mengatakan, kenaikan harga daging sapi itu terjadi secara bertahap. Sejak dua hari lalu, harga daging sapi sudah mencapai Rp 130 ribu per kg. Menurut Susi, naiknya harga daging sapi tersebut sudah terjadi di tingkat pemasok. Karena itu, dia tak memiliki pilihan lain kecuali ikut menaikkan harga jual kepada konsumen.

Semakin mendekati Lebaran, kata Susi, harga daging sapi hampir dipastikan akan kembali naik. Hal ini karena saat itu permintaan daging sapi oleh masyarakat akan semakin melonjak. ''Biasanya setiap tahun seperti itu,'' tutur Susi.

Susi mengatakan, kenaikan harga itu justru membuatnya rugi. Pasalnya, omzetnya menurun karena pembeli lebih memilih daging ayam yang harganya jauh lebih murah dibandingkan daging sapi. ''Omzet saya turun sekitar 20 persen,'' terang Susi.

Sementara itu, seorang warga di Kecamatan Jatibarang, Eti, mengaku akan lebih memilih daging ayam untuk santapan keluarganya di hari Lebaran mendatang. Meski harga daging ayam juga melonjak dibandingkan hari biasa, tetapi harganya tetap lebih murah dibandingkan daging sapi.

''Buat saya, harga daging sapi tak terjangkau. Jadi setiap Lebaran masaknya daging ayam,'' ujarnya.